edisiana.com – Karim Benzema kembali membuat keputusan besar dalam kariernya. Penyerang asal Prancis itu menolak perpanjangan kontrak bersama Al Ittihad dan justru memilih bergabung dengan rival langsung mereka, Al Hilal, pemuncak klasemen Liga Pro Saudi, pada Senin lalu.
Bagi Benzema, pilihan itu bukan sekadar soal kontrak atau proyek jangka pendek. Mantan kapten Real Madrid tersebut melihat sesuatu yang sangat familiar di klub barunya.
“Mirip seperti Real Madrid di Asia. Semuanya bagus: para penggemarnya bagus, mereka bermain bagus, mereka punya pemain-pemain hebat dan mentalitas yang bagus. Saya sudah menyukai tim ini sejak dulu,” ujar Benzema, seperti dikutip dari ESPN.
Pernyataan itu seakan menjadi pengakuan emosional dari seorang legenda Los Blancos yang menemukan kembali nuansa masa lalunya—kali ini di Riyadh, bukan di Bernabéu.
Benzema juga mengingat pertemuannya dengan Al Hilal saat masih mengenakan seragam Real Madrid. Kenangan itu rupanya membekas kuat.
“Itu bukan pertandingan yang mudah. Itu pertandingan yang bagus, dan saya punya kenangan indah. Hari ini saya bahagia karena saya adalah pemain Al Hilal,” tambahnya.
Senyum dan antusiasme Benzema semakin terlihat setelah menjalani sesi latihan pertamanya bersama tim barunya.
“Setelah latihan pertama saya dengan tim dan pelatih, saya sangat senang dan gembira menjadi bagian dari tim ini. Ini tim yang besar, dengan sejarah yang besar. Mereka telah memenangkan banyak trofi,” pungkasnya.
Kini, Karim Benzema membuka babak baru dalam kariernya. Dari Madrid ke Riyadh, dari Los Blancos ke Al Hilal—dengan satu benang merah yang sama: tuntutan untuk selalu menang.(maq)










