edisiana.com – Derbi Catalan punya pahlawan yang tak terduga. Joan García berdiri tegak di Stadion RCDE dan menjadi tembok terakhir Barcelona saat menghadapi gempuran Espanyol, klub yang pernah membesarkan namanya.
Kiper muda itu tampil luar biasa. Satu demi satu peluang emas Espanyol dipatahkan. Tak kurang dari setengah lusin intervensi krusial ia lakukan, menjaga Barça tetap bernapas di laga yang lebih banyak didikte tuan rumah.
Espanyol menekan, menyerang, dan percaya diri. Barça bertahan. Blaugrana bukan tim yang lebih baik malam itu, namun mereka bertahan dengan disiplin dan kesabaran—berkat Joan García.
Dan ketika derbi memasuki menit-menit akhir, sepak bola kembali menunjukkan sisi paling kejamnya. Dalam ruang sempit, Fermín menemukan celah.
Assist-nya diselesaikan dingin oleh Dani Olmo, sebelum Robert Lewandowski menutup malam dengan gol kedua yang memastikan kemenangan 0-2.
Dua serangan, dua gol. Efektivitas murni.
Barcelona pulang membawa tiga poin emas yang menjaga mereka di puncak klasemen.
Melansir MD, Espanyol, meski tampil lebih berani dan lebih hidup, harus menelan kenyataan pahit.
Derbi tak selalu dimenangkan oleh tim yang bermain lebih baik, melainkan oleh tim yang tahu kapan harus bertahan dan kapan harus menghukum.(maq)









