edisiana.com – Ajax akhirnya bernafas lega. Setelah lebih dari sebulan terjebak dalam paceklik kemenangan, raksasa Amsterdam itu kembali merasakan tiga poin dengan menaklukkan Groningen 2-0, Rabu dini hari — dalam suasana yang jauh dari gemerlap khas Johan Cruyff Arena.
Laga ini sejatinya dijadwalkan tuntas pada hari Minggu, namun kekacauan di tribun memaksa wasit menghentikan pertandingan.
Melansir MD, menyebutkan suar dilemparkan ke lapangan oleh oknum penonton, menciptakan kekacauan yang membuat duel tak bisa dilanjutkan.
Dan ketika pertandingan kembali digelar, atmosfernya berubah total: stadion kosong, sunyi, tanpa sorakan, tanpa tekanan. Ajax bermain untuk hasil, bukan untuk penonton.
Di bawah komando manajer sementara Fred Grim, Ajax tampil disiplin dan efektif. Mika Godts membuka keunggulan di menit ke-28, memecah kebuntuan dengan ketenangan seorang pemain yang haus pembuktian.
Memasuki babak kedua, giliran Aaron Bouwman yang memastikan kemenangan lewat gol yang mengunci skor dan menghapus beban yang menempel di pundak skuat Amsterdammers sejak 26 Oktober.
Bukan kemenangan paling glamor dalam sejarah klub, tapi justru salah satu yang paling dibutuhkan. Di arena yang sunyi, Ajax menemukan kembali napasnya.(maq)











