Batam Diminta Menangkap Peluang Kerjasama IMT-GT

621

ADA PROGRAM KESEHATAN USD5 MILIAR

Batam, edisiana.com – Pemerintah diminta menangkap peluang kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Saat ini ada program dana hibah USD 5 miliar di bidang kesehatan.

“Ada dana kurang lebih USD5 miliar selama lima tahun, untuk program kesehatan samudera (healthy oceans) yang bisa dimanfaatkan dalam bentuk dana hibah sehingga perlu digali apa yang dibutuhkan Batam,” kata Asisten Deputi Kerjasama Regional dan Subregional Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Neti Murhani, seperti dilansir mediacenter.batam.go.id pada Kamis, 3 Desember 2020.

BACA JUGA:  Indonesia dan Singapura Lakukan Rendezvous at Sea

Hal itu diterangkan Neti saat bertemu dengan Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, di Kantor Wali Kota Batam.

Ia mengatakan, peluang ini dinilai penting di tengah anggaran negara yang bakalan ketat ke depan karena difokuskan untuk pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, ia berharap Batam membentuk tim kecil memanfaatkan peluang yang ada.

“Saat ini pendanaan masih bersumber ADB (Asian Development Bank) dan sudah banyak investor lain yang merapat ke forum IMT-GT ini,” kata dia.

BACA JUGA:  Baru Diresmikan Program BBK Murah, 11 Perusahaan Telah Bernegosiasi

Menurut Neti, banyak yang bisa dikerjasamakan dalam forum IMT-GT tersebut. Di antaranya perdagangan, lingkungan hidup, pertanian, pariwisata, pendidikan dan kebudayaan, perhubungan, serta produk jasa halal.

“Yang sekarang, masuk sektor lingkungan di mana Batam menjadi pilot project green city sejak 2016 lalu. Sejumlah upaya sudah dilakukan, tinggal digali potensi lain apa yang bisa dimanfaatkan Batam,” tambahnya.

Untuk green city, lanjut dia, yang sudah untuk Batam, dinilai banyak mengalami perkembangan setelah mendapat pemaparan dari Pemko Batam. Untuk itu, kata dia, perlu digali peluang lain yang bisa dikerjasamakan.

BACA JUGA:  Ekonomi Batam Tumbuh di Atas Kepri dan Nasional

“Batam masuk dan ditunjuk sebagai pilot project green city dan saya rasa potensi lain sangat berpotensi karena Batam dan Kepri secara keseluruhan merupakan wilayah kelautan,” kata dia.

IMT-GT ini hanya diikuti tiga negara dan tak semua daerah masuk. Untuk Indonesia, hanya 10 daerah di Sumatera, Malaysia delapan bagian serta Thailand 14 wilayah. Neti mengaku, daerah lain banyak menginginkan untuk bisa tergabung dalam IMT-GT tersebut.(maq)

BAGIKAN