Bola  

Crystal Palace Terus Ukir Sejarah, Tantang Status Elit Eropa dan Premier League

Pemain Crystal Palace merayakan gol kemenangan. Foto: via BBC

edisiana.com — Dari tim yang kerap dipandang sebagai penghuni papan tengah, kini Crystal Palace perlahan namun pasti berubah menjadi kekuatan baru yang tak bisa diabaikan, baik di kancah domestik maupun Eropa.

Di bawah arahan manajer cerdas Oliver Glasner, The Eagles terus menulis ulang buku sejarah klub mereka yang telah berusia lebih dari 120 tahun.

Setelah mencatatkan rangkaian 19 pertandingan tak terkalahkan sejak April lalu, Palace kini telah memperpanjang rekor mereka menjadi 28 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi. Dan ini, sebuah pencapaian luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub.

Tak hanya itu, mereka telah mengamankan posisi di babak gugur Liga Konferensi Eropa usai memuncaki grup mereka dengan penampilan impresif, termasuk kemenangan tandang bersejarah atas Dynamo Kyiv — tim yang sebelumnya disegani dalam sepak bola Eropa Timur.

BACA JUGA:  Belanda Selangkah Lagi Menuju Piala Dunia 2026, Warsawa Menjadi Saksi Drama yang Penuh Tensi

Dominasi Berlanjut di Premier League

Di pentas Premier League, Crystal Palace juga menunjukkan konsistensi luar biasa. Dengan hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Liverpool, mereka kini secara realistis menjadi kandidat juara, sebuah kalimat yang jarang terdengar tentang Palace di era modern.

Penampilan solid dari para pemain kunci seperti Daniel Muñoz,, dan rekrutan baru Eddie Nketiah telah membawa keseimbangan antara pertahanan yang disiplin dan serangan yang tajam.

Meski kehilangan Borna Sosa karena kartu merah di laga pembuka grup Eropa, kedalaman skuad Glasner membuktikan kualitasnya.

BACA JUGA:  Italia Gak Lolos ke Qatar, Jorginho Termehek-mehek

“Saya percaya pada proses, pada kerja keras, dan pada semangat tim ini,” ujar Glasner dinukil dari BBC pada Jumat ini.

“Kami tidak berpikir terlalu jauh. Kami hanya fokus pada pertandingan berikutnya, dan menjaga ritme ini dengan mentalitas yang benar,” tuturnya menambahkan .

Para pengamat mulai membandingkan transformasi ini dengan kisah sukses Leicester City pada musim 2015/16. Namun, Glasner menolak narasi kejutan.

“Kami tidak datang untuk menjadi cerita satu musim. Kami sedang membangun identitas, pondasi, dan masa depan yang berkelanjutan,” lanjut dia.

Tantangan di Depan Mata

Dengan jadwal yang semakin padat — termasuk jadwal pertandingan domestik, kompetisi Eropa, dan Piala FA yang akan segera dimulai.

BACA JUGA:  Pulang dari Indonesia, Garnacho Dapat Jersey Warisan Ronaldo

Bagi Crystal Palace adalah menjaga kebugaran dan fokus tim. Namun dengan rotasi yang cermat dan pendekatan taktis Glasner yang fleksibel, banyak yang percaya bahwa tim ini bisa terus menembus batas-batas yang dulu dianggap mustahil.

Crystal Palace tidak hanya sedang bermimpi — mereka sedang membangunnya. Dan dunia sepak bola mulai menyadarinya.(maq)