edisiana.com — Real Madrid tak hanya kembali mengukuhkan statusnya sebagai Raja Sepak Bola Eropa, tetapi juga membuktikan diri sebagai ahli dalam merekrut pemain kelas dunia tanpa biaya transfer — sebuah keahlian yang belum bisa ditiru klub-klub Liga Primer Inggris.
Padahal, musim panas ini, 20 klub Liga Inggris telah menghabiskan dana besar hingga mencapai £3,1 miliar untuk belanja pemain. Namun, di tengah hiruk-pikuk pengeluaran tersebut, Real Madrid menunjukkan bahwa uang bukan segalanya.
Klub asal ibu kota Spanyol itu berhasil merekrut Trent Alexander-Arnold dari Liverpool hanya dengan biaya 10 juta euro (£8,4 juta).
Biaya itu pun hanya untuk mempercepat kepindahan agar sang pemain bisa didaftarkan tepat waktu untuk tampil di Piala Dunia Antarklub. Jika bersedia menunggu hingga kontraknya habis, Madrid bisa mendapatkannya secara gratis pada 2025.
Transfer ini menandai keberhasilan Madrid dalam mendapatkan bintang besar secara gratis untuk keempat kalinya dalam lima tahun, setelah:
David Alaba (2021) dari Bayern Munich
Antonio Rudiger (2022) dari Chelsea
Kylian Mbappe (2024) dari PSG
Trent Alexander-Arnold (2025) dari Liverpool (jika bergabung sesuai jadwal kontrak)
Tak hanya sukses memboyong pemain top, Los Blancos juga merekrut mereka dari rival-rival elite Eropa. Sebuah manuver yang menegaskan dominasi Real Madrid tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga di meja negosiasi.
Daya Tarik Madrid Tak Terbantahkan
Menurut komentator La Liga, Phil Kitromilides, sulit bagi pemain mana pun untuk menolak Real Madrid, apa pun latar belakang klub mereka.
“Tak peduli dari mana asalmu, tak peduli siapa klub masa kecilmu — ini adalah Real Madrid. Ini adalah hal terbesar dalam kariermu,” ungkapnya kepada BBC, Rabu,3 September.
“Contohnya Trent — dia bermain untuk tim masa kecilnya, Liverpool. Tapi dia tidak akan melakukan ini untuk klub lain kecuali Real Madrid. Daya tariknya terlalu besar untuk diabaikan,” imbuhnya.
Strategi Madrid ini menegaskan bahwa kejayaan tidak selalu ditentukan oleh kekuatan uang. Klub La Liga ini menunjukkan bahwa reputasi, sejarah, dan daya tarik emosional dapat menjadi senjata yang lebih kuat dibanding dompet tebal.(maq)










