Ruben Amorim Siapkan Eksperimen Besar
edisiana.com – Manajer Manchester United, Ruben Amorim, tengah menyiapkan perubahan taktis besar dengan rencana mengubah posisi Leny Yoro dari bek tengah menjadi gelandang bertahan. Langkah ini dilakukan menyusul kurangnya opsi di lini tengah Setan Merah, dan Yoro digadang-gadang akan memainkan peran seperti Rodri di Manchester City.
Meski United telah mengeluarkan dana lebih dari £200 juta di bursa transfer musim panas ini untuk membangun kembali lini serang mereka—mendatangkan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Šeško—tidak satu pun pemain yang didatangkan untuk memperkuat sektor tengah.
Sementara itu, nama-nama seperti Marcus Rashford, Antony, Jadon Sancho, dan Alejandro Garnacho telah dilepas, baik secara permanen maupun pinjaman.
Krisis di lini tengah semakin mencolok setelah target utama mereka, Carlos Baleba, batal direkrut karena Brighton mematok harga yang terlalu tinggi, mencapai lebih dari £100 juta. Akibatnya, United terpaksa mengandalkan komposisi yang sudah ada: Bruno Fernandes, Casemiro, Manuel Ugarte, dan Kobbie Mainoo—setidaknya hingga bursa transfer Januari.
Namun, keempat nama itu pun menghadirkan keraguan. Fernandes bukan gelandang tengah murni, Casemiro kian menua, Ugarte memulai musim dengan performa buruk, dan Mainoo justru dikabarkan bersaing langsung dengan Fernandes untuk satu tempat di tim utama.
Dalam situasi ini, Ruben Amorim dikabarkan siap mengambil inspirasi dari masa lalu Sir Alex Ferguson, yang pernah memindahkan Rio Ferdinand ke lini tengah saat krisis cedera melanda. Kini, mantan bintang Liga Primer Robbie Earle menyarankan eksperimen serupa dengan Leny Yoro.
“Yoro adalah seorang gelandang atletis yang mampu melihat bahaya, melacak pergerakan lawan, memahami taktik, dan mengisi lini tengah dengan efektif,” ujar Earle dikutip dari MetroSports pada Rabu ini.
“Secara teori, ia memiliki kualitas untuk memainkan peran seperti Rodri—membaca permainan, menjaga keseimbangan tim, dan memulai serangan dari kedalaman.”
Yoro, yang dikenal sebagai bek tengah muda dengan kemampuan membaca permainan dan fisik yang mumpuni, dianggap sebagai opsi darurat namun potensial di tengah minimnya gelandang bertahan di skuad United.
Sementara itu, United juga menyelesaikan transfer kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp di hari terakhir bursa transfer sebagai solusi atas masalah di bawah mistar gawang—meski hal tersebut tidak mengalihkan sorotan dari kerapuhan lini tengah.
Dengan jadwal padat yang menanti dan tantangan berat di berbagai kompetisi, keputusan Amorim untuk bereksperimen dengan Yoro bisa menjadi perjudian besar—atau justru inovasi cerdas yang mengubah arah musim Manchester United.(maq)








