edisiana.com – Kemenangan telak 4-1 atas Sevilla pada Senin malam bukan sekadar tiga poin—ini adalah vonis. Dengan hasil ini, Mallorca memastikan diri lolos dari jeratan degradasi, sementara Sevilla pulang dengan luka yang semakin dalam.
Tim Andalusia kini berada di tepi jurang. Menurut MD, hanya berjarak dua poin dari zona merah, dengan selisih gol yang kalah dari para rival langsung. Alarm bahaya berbunyi nyaring di Nervión.
Sempat ada secercah harapan. Gol indah dari Neal Maupay menghidupkan Sevilla dan membawa mereka kembali ke pertandingan. Sepakannya memberi ilusi kebangkitan, seolah Sevilla masih punya jawaban.
Namun semua runtuh di babak kedua. Kesalahan demi kesalahan di lini pertahanan menjadi hadiah bagi Mallorca. Konsentrasi hilang, organisasi rapuh, dan niat bangkit Sevilla hancur berkeping-keping.
Mallorca tak mengampuni. Mereka menekan,, dan menghabisi lawan tanpa ampun. Skor 4-1 pun menjadi simbol dua nasib yang berlawanan: satu tim bernapas lega, satu tim tenggelam dalam ketakutan.
LaLiga belum selesai. Tapi bagi Sevilla, malam ini terasa seperti peringatan terakhir.(maq)











