Bola, edisiana.com – Timnas Jerman menjadi korban teknologi canggih di Piala Dunia Qatar. Gol Jepang yang masif kontraversi karena bola telah keluar lapangan lebih dulu, malahan disahkan video assistent refree (VAR).
Komentator Gary Neville tidak percaya tentang keputusan untuk menganugerahkan gol tersebut. Tapi keteledoran wasit.
“Saya tidak percaya pada konspirasi, saya hanya berpikir di turnamen ini mereka tidak menunjukkannya dengan baik,” kata Njaville dikutip dari Dailymail pada Jumat ini.
“Kami memiliki 100-an kamera di stadion ini di mana kami tidak dapat melewatkan apa pun, namun kami mundur dalam hal mendemonstrasikan keputusan,” tambah dia.
Komentator Graeme Souness, setuju pendapat mantan pemain Manchester United itu. “Mengapa FIFA tidak menunjukkan kepada kita sesuatu yang sangat kontroversial dan merugikan Jerman?“ tanyanya.
Analis wasit Peter Walton akan membahas masalah tersebut dan bahkan mengakui bahwa dia merasa aneh peristiwa itu karena kurangnya sudut pandang yang meliput insiden tersebut.
“Yah, itu sangat aneh karena jika kita ingat di awal turnamen ini, untuk keputusan offside, FIFA mengatakan bahwa mereka akan ditampilkan secara otomatis ke stadion sehingga orang-orang yang menonton dapat melihatnya,” ujarnya.
“Untuk kasus ini tertua mereka punya alasan tetapi hanya waktu yang akan menjawabnya. Tapi saya pikir buktinya akan muncul cepat atau lambat, apakah bola itu belum sepenuhnya melewati batas itu atau tidak,” terang Wilton.
Jepang mengamankan kemenangan bersejarah atas Spanyol, yang membuat negara Asia itu memuncaki Grup E.
Jika pada laga Jumat dinihari seri 1-1, Jepang tidak lolos. Karena kalah selisih gol dengan sama-sama mengantongi empat poin.(maq)










