edisiana.com – Anfield kembali bernyanyi. Setelah empat kekalahan beruntun yang mengguncang ruang ganti, Liverpool akhirnya menemukan napas kemenangan lagi. Kali ini, korban mereka adalah Aston Villa dengan skor 2-0.
Pertandingan berjalan intens sejak menit pertama. Villa menunjukkan mengapa mereka menjadi kejutan musim ini. Morgan Rogers, dengan kecepatan dan kelincahannya di sisi kiri.
Ia hampir membuka skor lewat tembakan melengkung yang indah. Bola menghantam tiang — hanya beberapa sentimeter memisahkan Villa dari keunggulan.
Beberapa menit kemudian, nasib serupa menimpa Matty Cash. Tendangannya mengenai Van Dijk dan hampir menipu Giorgi Mamardashvili, tapi sang kiper baru Liverpool itu masih sempat menepis bola ke mistar. Anfield menahan napas.
Dan seperti sering terjadi di Anfield, keberuntungan tiba-tiba berubah arah. Emiliano Martínez membuat kesalahan fatal dengan sapuan buruk, bola jatuh di kaki Mohamed Salah.
Bintang Mesir itu tidak menyia-nyiakan hadiah tersebut. Tembakan rendahnya menghukum Villa dan membawa The Reds unggul tepat sebelum jeda.
Babak kedua menjadi panggung bagi Ryan Gravenberch. Gelandang Belanda itu melepaskan tembakan keras dari jarak 20 yard, membentur Pau Torres, dan membuat Martínez tak berdaya. Gol yang mengunci tiga poin dan melepaskan beban berat dari pundak Arne Slot.
Kemenangan pertama Liverpool di liga sejak 20 September — kala menundukkan Everton 2-1 — akhirnya tiba. Menukil BBC pada hari ini, juara bertahan kini naik ke posisi ketiga klasemen, meski masih tertinggal tujuh poin dari pemuncak Arsenal.
Anfield bergetar lagi. Liverpool hidup kembali.(maq)











