Stop Air Limbah Masuk Waduk Duriangkang, BP Batam Buat IPALD

Peninjauan lapangan ke Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Bengkong Sadai. Foto: Humas

Batam, edisiana.comDirektur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan, mengatakan Batam tengah melakukan pengembangan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD). Yang guna pencegahan limbah masuk ke waduk-waduk dan laut.

Menurutnya, penyelesaian IPALD kapasitas 230 Liter/Detik untuk layanan pengelolaan air limbah di Batam Center dengan lokasi IPALD di Bengkong Sadai. 

“Nantinya bertujuan untuk mengantisipasi pencemaran ke waduk duriangkang dan pantai teluk tering. Air limbah domestik tersebut kami olah dan salurkan kembali ke waduk atau secara bertahap akan dikembangkan menjadi sumber air industri,” kata Binsar di acara Workshop Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman Pengelolaan Air Limbah Domestik di Hotel Santika Batam, baru-baru ini. 

BACA JUGA:  Scoopy Velocreativity 2025, Ajang Seru Bikers Honda Scoopy dari Batam & Tanjung Pinang di Bintan

Ia menambahkan Kota Batam sebenarnya memiliki jaringan tersier yang baik. Sehingga peristiwa kehilangan air terbilang minim.  Batam juga merupakan salah satu yang terbaik di antara kota-kota lain di Indonesia. 

“Mencakup 80 persen pengembangan yang sistematis, kita terus mengembangkan beberapa sumber lainnya selain dari waduk-waduk yang sudah kita bangun,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya. 

Dia melanjutkan hal ini harus dilakukan, karena Kota Batam dengan jumlah 1,3 juta penduduk menghasilkan sekitar 70 persen air limbah. “Sehingga limbah sangat mencemari sumber air dan pantai yang ada di Batam,” ucapnya. 

Penyiapan air bersih di Kota Batam terus digalakkan saat ini. Berbagai lingkungan juga dilaksanakan untuk menyetok pasokan air hingga tahun-tahun kedepan. 

BACA JUGA:  Sistem Kelistrikan Batam Selama Masa Siaga Pemilu Aman

Di kesempatan yang sama, General Manager Pengelola Lingkungan, Iyus Rusmana menyampaikan bahwa kekurangan air bersih merupakan salah satu permasalahan yang dialami Batam dan limbah domestik yang dominan mencemari lingkungan.

“Limbah domestik merupakan pakan bagi tumbuhan eceng gondok. Tumbuhan eceng gondok akan memenuhi dan memperkecil permukaan DAM,” terangnya. 

Hal ini dia menegaskan, harusnya dihindari mengingat fungsi DAM di Batam berbeda dengan daerah lain. “Bukan menjadi tempat penetralisir melainkan sebagai penampungan air yang dikonsumsi,”tambah Iyus menjelaskan. 

Hal ini menekankan bahwa pengelolaan air limbah harus sejalan dengan kebijakan sanitasi yang diwujudkan oleh peraturan pemerintah daerah. 

BACA JUGA:  Penumpang Pelabuhan Batam Naik 4,8 Persen, Arus Balik Diprediksi Memuncak

Perencanaan ini, menurutnya, dilakukan harus efektif, efisien, berkelanjutan, dan terpadu.(maq)