Bola  

Pape Gueye Boikot Timnas Senegal, Kekalahan dari Belgia Jadi Titik Puncak Krisis

edisiana.com – Krisis yang melanda Timnas Senegal kian membesar. Gelandang Villarreal, Pape Gueye, mengumumkan keputusannya untuk menghentikan sementara kiprahnya bersama tim nasional selama belum ada pergantian di jajaran staf pelatih.

Pernyataan itu disampaikan Gueye melalui akun Instagram pribadinya hanya beberapa jam setelah Senegal tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia usai kalah 2-3 dari Belgia di babak gugur.

Keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ketidakpuasan terhadap kepemimpinan pelatih telah mencapai titik kritis di ruang ganti Les Lions de la Téranga.

BACA JUGA:  Madrid Libas Villarreal 3-1, Vinicius dan Mbappe Bawa Los Blancos Mengamuk

“Saya akan kembali untuk menyampaikan beberapa patah kata mengenai kekalahan ini… tetapi hari ini saya mengumumkan bahwa, selama staf pelatih ini masih menjabat, saya akan istirahat dari tim nasional,” tulis Gueye dinukil dari MD pada hari ini.

Langkah pemain berusia 26 tahun itu menambah tekanan terhadap pelatih Thiaw, yang sejak mengambil alih kursi pelatih pada Desember 2024 terus berada dalam sorotan.

Thiaw sebelumnya menjadi pusat kontroversi yang berujung pada pencabutan gelar juara Piala Afrika 2025 milik Senegal. Insiden itu terjadi ketika ia memerintahkan para pemain meninggalkan lapangan saat Maroko mendapat hadiah penalti pada menit-menit akhir laga final.

BACA JUGA:  Jerman Kalahkan Denmark 2-1, Amankan Tiket ke Perempat Final Euro Putri 2025

Kini, setelah kegagalan di Piala Dunia disusul pernyataan terbuka dari salah satu pemain senior, masa depan Thiaw di kursi pelatih Senegal diperkirakan akan kembali menjadi bahan evaluasi.

Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari Federasi Sepak Bola Senegal maupun Thiaw terkait keputusan Gueye untuk menepi dari tim nasional. Namun, situasi ini berpotensi memperdalam krisis yang tengah membayangi salah satu kekuatan sepak bola Afrika tersebut.(maq)