Macron Kecam Rusuh Usai Kemenangan PSG, 2 Tewas dan Ratusan Terluka

Sebuah mobil dibakar dalam kerusuhan dalam perayaan kemenangan PSG dalam merebut trofi Champions. Foto: via BBC

edisiana.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras bentrokan yang terjadi usai perayaan kemenangan klub sepak bola Paris Saint-Germain (PSG), yang mengakibatkan dua orang tewas dan 192 lainnya terluka. Macron menegaskan bahwa kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan, dan mereka yang bertanggung jawab akan ditemukan serta dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Meskipun insiden terjadi, parade kemenangan PSG di pusat kota Paris tetap berlangsung pada Minggu sore, dengan pengamanan yang diperketat. Ribuan penggemar menyaksikan iring-iringan bus terbuka yang membawa para pemain PSG melintasi Champs-Élysées menuju Arc de Triomphe.

Untuk menjaga ketertiban, polisi menetapkan batasan jumlah pengunjung sebanyak 100.000 orang. Sementara itu, perayaan kedua digelar di stadion Parc des Princes, markas PSG, dengan ribuan penggemar turut merayakan kemenangan klub kesayangan mereka.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat 192 orang terluka dalam bentrokan yang pecah pada Minggu dini hari, dan 559 orang ditangkap—termasuk 491 di antaranya di Paris. Selain itu, 264 kendaraan dilaporkan dibakar. Korban termasuk 22 petugas polisi dan tujuh petugas pemadam kebakaran.

BACA JUGA:  Arsenal Makin Oke, Leeds Dihajar 1-4

Salah satu petugas mengalami luka serius akibat terkena kembang api saat kerusuhan, dan sempat dibius sebelum dipindahkan ke kota lain untuk melanjutkan tugasnya dalam operasi keamanan.

Kepala Kepolisian Paris, Laurent Nuñez, mengatakan bahwa meskipun jumlah korban lebih sedikit dibandingkan kejadian serupa sebelumnya, kekerasan semacam ini tetap tidak bisa ditoleransi.

“Jumlah korban memang lebih sedikit dibanding yang pernah kita lihat sebelumnya, tetapi kita tidak akan pernah terbiasa dengan kekerasan seperti ini—dengan orang-orang yang datang hanya untuk melakukan aksi vandalisme dan bahkan tidak menonton pertandingan. Kami akan selalu memberikan respons yang sangat tegas,” ujar Nuñez seperti dilansir BBC pada hari ini.(maq)