Air Mata Donnarumma untuk Timnas Italia Terpuruk

Donnarumma dan Gattuso saat protes kepada wasit kala timnas Italia tersingkir dari Piala Dunia. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Kegagalan kembali menampar keras Timnas Italia. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Gli Azzurri harus menelan pil pahit gagal lolos ke turnamen besar.

Situasi ini tak hanya memukul publik, tetapi juga para pemain, termasuk sang kapten, Gianluigi Donnarumma.

Donnarumma tak kuasa menyembunyikan emosinya. Lewat unggahan di Instagram, kiper andalan itu mengaku terpukul berat atas hasil yang diraih timnya.

“Saya menangis karena kesedihan yang luar biasa yang saya rasakan, bersama dengan seluruh tim Azzurri, yang dengan bangga saya kapteni. Dan saya tahu, saat ini, Anda, para penggemar tim nasional kita, juga merasakannya,” tulis Donnarumma dinukil dari Daily Mail pada hari ini.

BACA JUGA:  Ed Sheeran Jadi Sponsor di Klub Elkan Baggot

Kiper yang melakoni debut bersama Italia pada usia 16 tahun itu kini menghadapi kenyataan pahit. Ia dipastikan baru berpeluang tampil di Piala Dunia saat usianya minimal 31 tahun—sebuah ironi bagi pemain yang pernah berada di puncak kejayaan.

Penurunan performa Italia memang terasa drastis sejak menjuarai Euro 2020. Saat itu, mereka sukses menundukkan Timnas Inggris lewat drama adu penalti di final, dengan Donnarumma menjadi pahlawan berkat tiga penyelamatannya.

BACA JUGA:  Banyak Pemain Positif Covid-19, Messi Takut Tertular

Namun setelah euforia tersebut, grafik performa Italia justru merosot tajam.

Mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, dan meski sempat menunjukkan tanda kebangkitan di Euro 2024 dengan lolos dari fase grup, langkah mereka terhenti dengan mudah di babak 16 besar usai dikalahkan Timnas Swiss.

Di sektor kepelatihan, situasi juga belum stabil. Sejak kepergian Roberto Mancini pada 2023, Italia sudah mencoba tangan dingin Luciano Spalletti hingga Gennaro Gattuso. Namun, hingga kini, belum ada yang mampu mengembalikan kejayaan Gli Azzurri.

BACA JUGA:  Timnas Palestina Menjaga Asa Lolos Piala Dunia

Italia kini berada di titik nadir. Jika tak segera berbenah, bukan tidak mungkin bayang-bayang kegagalan akan terus menghantui salah satu raksasa sepak bola Eropa tersebut.(maq)