edisiana.com – Petaka belum menjauh dari Tottenham Hotspur. Bertandang ke markas Fulham pada Minggu malam, Spurs tumbang 1-2. Kekalahan ini makin menyeret mereka ke pusaran zona degradasi.
Ini menjadi kekalahan kedua di bawah kendali pelatih interim Igor Tudor. Alih-alih bangkit, performa Spurs justru kian goyah.
Tudor mencoba perubahan taktik dengan formasi empat bek dalam derbi London tersebut. Namun, strategi itu langsung diuji.
Baru tujuh menit laga berjalan, Harry Wilson membawa Fulham unggul. Gol itu memantik protes keras dari kubu Spurs.
Mereka menilai ada dorongan yang dilakukan Raul Jimenez terhadap Radu Dragusin sebelum gol tercipta. Wasit bergeming.
Tertinggal cepat membuat mental Spurs makin tertekan. Fulham tak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-34, mantan gelandang Arsenal, Alex Iwobi, melepas tembakan jarak jauh yang menghujam gawang Spurs. Skor berubah 2-0.
Gol itu membuat tim tamu menghadapi tugas nyaris mustahil. Permainan mereka kurang menggigit. Kreativitas tumpul. Pertahanan rapuh.
Richarlison Bangkitkan Asa, Tapi…
Harapan sempat muncul di menit ke-65. Pemain pengganti Richarlison sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Spurs mencoba menekan di sisa waktu. Intensitas ditingkatkan. Umpan-umpan silang dilepaskan. Namun, barisan belakang Fulham tampil disiplin. Skor tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan Spurs di Liga Inggris menjadi 10 pertandingan. Sebuah catatan yang mengkhawatirkan bagi klub sebesar Tottenham.
Kini melansir ESPN, mereka tercecer di posisi ke-16 klasemen. Jarak dengan zona degradasi tinggal empat poin. Jika tak segera bangkit, musim ini bisa berubah menjadi mimpi buruk bagi publik London Utara.(maq)









