Oxford United Kian Terpuruk: Ipswich Town Hantam Harapan U’s

Pemain Ipswich Town selebrasi usai mencetak gol. Foto: via BBC

edisiana.com – Oxford United semakin tenggelam. Klub milik Erick Thohir itu kini terperosok ke zona degradasi, tepatnya di posisi ke-23, usai menelan kekalahan 1-2 saat bertandang ke markas Ipswich Town pada Kamis malam.

Ipswich langsung menunjukkan niatnya sejak peluit awal.  Sindre Walle Egeli lebih dulu mengancam lewat tembakan yang melambung tipis di atas mistar.

Tuan rumah tampil agresif, sementara Oxford—yang hanya mengoleksi empat poin dari enam laga bulan lalu—masih mencari pijakan dan ritme permainan.

Tekanan Ipswich akhirnya membuahkan hasil. Jens Cajuste merebut bola di luar kotak penalti dan segera mengalirkannya kepada Philogene. Dengan satu gerakan tipuan, sang penyerang menyingkirkan penjaganya sebelum melepaskan tembakan akurat ke sudut jauh gawang. Oxford tertinggal.

BACA JUGA:  Martial Main Melawan Betis, Antony Absen

Situasi semakin rumit bagi tim tamu ketika Tyler Goodrham harus ditarik keluar karena cedera. Namun, justru di tengah kesulitan itu Oxford menemukan momentumnya. Aksi Cruyff turn ciamik dari Filip Krastev, yang diawali sprint Przemysław Płacheta di sisi kanan, membuka ruang.

Bola mengalir ke Lankshear, yang tanpa ragu menaklukkan Christian Walton. Gol keenamnya musim ini menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sayangnya, harapan Oxford tak bertahan lama. Ipswich kembali mengambil alih kendali permainan. Darnell Furlong mengirim umpan tarik matang yang disambut Akpom dengan penyelesaian sederhana. Skor kembali berpihak pada tuan rumah.

Sebelum jeda, Cajuste dan Marcelino Núñez memaksa Jamie Cumming bekerja keras. Dua penyelamatan gemilang kiper Oxford mencegah Ipswich memperlebar jarak.
Babak kedua menyajikan drama tersendiri.

BACA JUGA:  Demi Messi, Ang Menempuh Perjalanan 12 Jam ke Jakarta

Brian de Keersmaecker membuang peluang emas saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tendangannya justru melebar.

Di sisi lain, Cumming kembali menjadi tembok terakhir dengan dua penyelamatan beruntun atas percobaan Núñez, termasuk menggagalkan tendangan bebas ke sudut atas gawang.

Kekalahan ini menegaskan periode kelam Oxford: hanya satu kemenangan dalam tujuh laga terakhir sejak menundukkan Ipswich 2-1 di kandang pada 28 November lalu. Kini, U’s kian terjepit di papan bawah klasemen.

Ipswich akan melanjutkan perjuangan mereka dengan laga tandang ke markas Portsmouth pada Minggu, sementara Oxford harus melakukan perjalanan berat ke utara untuk menghadapi Sheffield United.

Manajer sementara Oxford United, Craig Short, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

BACA JUGA:  Dortmund Ketemu PSG di Semifinal Liga Champions

“Saya kecewa. Saat kami menyamakan kedudukan menjadi 1-1, kami tahu harus bertahan—seperti yang kami lakukan saat melawan Southampton,” ujarnya dinukil dari BBC pada hari ini.

Namun malam di Ipswich menjadi saksi lain bahwa Oxford masih rapuh. Kekalahan ini resmi menyeret mereka ke peringkat ke-23, dengan bayang-bayang degradasi kian nyata.(maq)