edisiana.com – Napoli tiba di Olimpico dengan beban empat poin dari tiga laga dan desakan publik yang mulai bertanya-tanya: Bisakah juara bertahan ini benar-benar bangkit?
Antonio Conte menjawabnya dengan caranya sendiri—dingin, terukur, dan penuh intensitas—saat Partenopei mencuri tiga poin berharga dengan kemenangan 1-0 atas Roma, yang selama ini dikenal sebagai salah satu tembok defensif tersulit di Serie A.
Roma datang dengan reputasi kebal; hanya enam gol bersarang dan enam clean sheet dalam 12 laga. Tetapi satu kilatan saja cukup untuk merusak semua itu.
Tepat di akhir babak pertama, David Neres menghukum pasukan Giallorossi lewat serangan balik yang secepat kilat.
Sebuah tusukan mematikan yang lahir dari strategi Conte yang begitu khas: transisi cepat, tekanan tinggi, dan ketepatan eksekusi nyaris tanpa cela.
Conte tetap bergeming dengan 3-4-3 yang ia hidupkan kembali selepas jeda internasional. Instruksi utamanya jelas: eksploitasi penjagaan ketat Roma, pancing mereka naik, lalu hantam lewat ruang yang terbuka.
Pada menit 36, itulah yang terjadi: Roma maju terlalu dalam, Neres mencium peluang, melakukan kombinasi satu-dua brilian dengan Rasmus Højlund, lalu melaju sendirian sebelum menaklukkan Mile Svilar dengan ketenangan seorang penyerang elit.
Babak kedua berubah menjadi duel kesabaran: Roma mengendalikan bola, Napoli mengendalikan ancaman.
Højlund nyaris menggandakan skor setelah menerima umpan matang Neres, sementara Matteo Politano — baru masuk — memilih menembak langsung ke arah Svilar ketika ia sebenarnya punya opsi di kiri dan kanan.
Namun drama sebenarnya datang di menit ke-90, ketika Paulo Dybala melepaskan tendangan rendah berbahaya dan Vanja Milinković-Savić melakukan penyelamatan yang mungkin menentukan arah papan klasemen.
Menukil BBC, hasil malam itu mengguncang puncak Serie A. Napoli kini menempel AC Milan dengan poin sama (28), hanya kalah dalam rekor pertemuan.
Roma — yang memulai akhir pekan sebagai pemimpin klasemen untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun — terlempar ke posisi keempat dengan 27 poin.
Conte tersenyum tipis selepas laga. Napoli belum sempurna, tetapi mereka kembali hidup.
Dan pesan yang mereka kirimkan dari Olimpico sangat jelas: Scudetto ini belum selesai — dan sang juara bertahan belum menyerah.(maq)








