edisiana.com – Nottingham Forest kembali terseret ke lubang yang sama—penyakit kalah mereka kambuh pada malam Ahad di City Ground.
Tim besutan Sean Dyche seakan terjebak dalam mimpi buruk yang berulang, sementara Brighton tampil seperti tamu tak diundang yang membawa badai. Skor akhir: 0-2, dan Forest tak bisa mengeluh banyak.
Pertandingan berjalan ketat hingga tambahan waktu babak pertama. Maxim de Cuyper muncul sebagai pemecah kebuntuan.
Sebuah tusukan presisi, sebuah sentuhan pasti, dan Brighton mengambil alih kendali tepat sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, laga berubah menjadi duel penjaga gawang kelas tinggi. Sels melakukan penyelamatan luar biasa untuk menahan sundulan jarak dekat Diego Gómez, menunjukkan refleks yang membuat seluruh stadion tertegun.
Namun di sisi lain, Bart Verbruggen tak mau kalah—menepis peluang emas Igor Jesus dengan penyelamatan sekelas highlight reel.
Forest memang tampil lebih hidup setelah jeda, tapi hidup yang tanpa napas di dalam kotak penalti. Dominan sesaat, tetapi nihil peluang bersih. Dan seperti yang sering terjadi pada tim yang tak memanfaatkan momen, mereka dihukum.
Dua menit sebelum waktu normal habis, Tzimas memanfaatkan hasil sundulan defensif yang buruk dari Morato. Bola jatuh tepat di kakinya, dan dengan ketenangan seorang pemburu gol, ia mencetak gol pertamanya di Liga Primer. Pukulan telak. Laga tamat.
Menukil Brighton kini mengoleksi 22 poin dari 13 pertandingan, sejajar dengan Sunderland di posisi keenam, namun Seagulls duduk manis di posisi kelima berkat selisih gol.
Forest? Tenggelam di posisi ke-16, hanya satu poin dari jurang degradasi—dan alarm semakin keras.
City Ground tak lagi terasa seperti benteng. Malam ini, Forest kembali kalah dalam pertarungan yang seharusnya mereka kuasai.(maq)










