edisiana.com – Bayer 04 Leverkusen berpesta di Commerzbank Arena. Kemenangan telak 3-1 atas Eintracht Frankfurt menjadi pernyataan keras: pasukan warisan Xabi Alonso belum menyerah dalam perburuan Liga Champions musim depan.
Tiga poin emas ini membawa Leverkusen melesat ke posisi enam klasemen dengan 35 poin, menekan zona Eropa dengan penuh ambisi. Frankfurt? Tertahan di peringkat delapan, gigit jari di kandang sendiri.
Leverkusen langsung menebar ancaman. Jarell Quansah hampir membuka skor usai menerima umpan dari Arthur dan melepaskan tembakan keras. Namun Kauã Santos masih menjadi tembok terakhir Frankfurt.
Menit ke-26, kebuntuan akhirnya pecah. Arthur! Dari sudut sempit di sisi kanan, ia mengirim bola ke sudut kanan bawah gawang.
Gol indah, gol penuh keyakinan. Tekanan Die Werkself berlanjut. Malik Tillman menggandakan keunggulan lewat kerja sama manis dengan Christian Kofane. Leverkusen menjauh, Frankfurt mulai goyah.
Tuan rumah sempat bangkit. Robin Koch memperkecil kedudukan melalui sundulan akurat setelah sepak pojok. Stadion bergemuruh.
Bahkan beberapa menit kemudian Koch nyaris menjadi pahlawan, namun Blaswich tampil sigap menjaga keunggulan tim tamu.
Drama memuncak di menit ke-70. Ellyes Skhiri menerima kartu kuning kedua. Frankfurt kehilangan satu pemain—dan di saat itu pula harapan mereka runtuh.
Leverkusen tanpa ampun.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Aleix García mengunci kemenangan lewat gol di menit-menit akhir. Pukulan terakhir. Skor 3-1. Pertunjukan selesai.
Leverkusen pulang dengan kepala tegak. Frankfurt tertunduk. Dan di kejauhan, bayangan Liga Champions kembali menggoda.(maq)










