edisiana.com – Keangkeran Anfield runtuh. Liverpool keok terhadap tamunya Atlanta 0-3 dan sekaligus membungkam fans The Reds yang biasanya riuh.
Kekalahan ini merusak harapan Liverpool untuk meraih treble trofi di musim ini. Dan sangat tidak elok untuk perpisahan terakhir manajer Jurgen Klopp di Anfield.
Laga di leg pertama perempat final Liga Europa pada Jumat dinihari tadi awalnya imbang saja. Sama-sama memberikan perlawanan.
Tapi akhirnya Atalanta memimpin di Liverpool pada menit ke-38. Gianluca Scamacca yang tidak terkawal melepaskan tembakan mendatar melewati kiper Caoimhín Kelleher dari umpan tepat Davide Zappacosta.
Klopp memasukkan Mohamed Salah, Dominik Szoboszlai dan Andy Robertson sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Mereka berupaya membalikkan keadaan.
Sayang Scamacca memanfaatkan pertahanan Liverpool yang buruk untuk melepaskan umpan silang bagus dari Charles De Ketelaere pada menit ke-60.
Mario Pasalic kemudian memastikan kemenangan tujuh menit menjelang pertandingan usai.
Kekalahan tersebut merupakan yang pertama bagi Liverpool di Anfield sejak 21 Februari 2023, saat menderita kekalahan 5-2 di Liga Champions dari Real Madrid.
Penampilan buruk pada hari ini akan menjadi pertandingan Eropa terakhir Klopp di Anfield. Tim membutuhkan comeback besar-besaran di Bergamo minggu depan agar tetap bertahan.
Liverpool memenangkan Piala Carabao dan bersaing ketat untuk meraih gelar Liga Premier bersama Arsenal dan Manchester City. Tim asuhan Klopp tersingkir dari Piala FA di perempat final.
Jika Liverpool mencapai final Liga Europa di Dublin pada 22 Mei, itu akan menjadi pertandingan terakhir Klopp sebagai pelatih setelah hampir sembilan tahun.
“Sayangnya, tidak ada hal positif yang bisa dikatakan mengenai pertandingan ini,” kata Klopp seperti dilansir ESPN.
“Saya sudah tahu bahwa jika kami melakukan beberapa hal dengan lebih baik, kami akan menjadi lebih baik. Bisakah kami menang 3-0? Saya tidak tahu. Tapi ini rasanya sangat buruk dan itu penting,” pungkasnya dengan kesal.(maq)










