edisiana.com – Sang juara bertahan akhirnya membuka lembaran Premier League 2026 dengan cara yang meledak-ledak. Liverpool membantai Newcastle 4-1 dalam laga yang awalnya sempat membuat Anfield terdiam, sebelum berubah menjadi panggung dominasi total.
Newcastle lebih dulu mengejutkan tuan rumah. Anthony Gordon mencetak gol pembuka dengan penyelesaian yang tajam, memanfaatkan celah di pertahanan Liverpool. Sekilas, malam itu tampak akan menjadi ujian berat bagi pasukan Merseyside.
Namun Liverpool adalah Liverpool. Dan reaksi mereka tanpa ampun.
Kebangkitan dimulai lewat Florian Wirtz. Sang playmaker menjadi otak serangan, menari di antara kerumunan seragam hitam-putih sebelum mengirimkan umpan sempurna kepada Ekitike.
Tanpa ragu, sang penyerang menyambutnya dengan sentuhan pertama klinis ke tiang dekat. Skor kembali seimbang—dan badai baru saja dimulai.
Beberapa menit kemudian, Ekitike kembali menghantam. Menerima umpan dari Milos Kerkez di sisi kiri, ia menusuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah yang tak mampu dibendung Nick Pope. Comeback tuntas. Liverpool berbalik unggul.
Newcastle runtuh, Liverpool menggila.
Florian Wirtz menambahkan namanya di papan skor dengan gol yang penuh kelas, menegaskan perannya sebagai konduktor permainan.
Dan malam itu ditutup dengan ledakan emosi dari Ibrahima Konaté, yang mencetak gol dari jarak dekat—sebuah penegasan kekuatan dan mental juara. Peluit akhir berbunyi, skor menunjukkan 4-1.
Menurut BBC, ini menjadi kemenangan pertama Liverpool di Premier League tahun 2026, diraih dengan gaya, karakter, dan superioritas mutlak.
Sang juara telah bangun. Dan Premier League kembali diingatkan.(maq)











