Bola  

Oliver Glasner di Ujung Tanduk, Nottingham Forest Terancam Pecat Manajer Keenam

Oliver Glasner saat melatih Crystal Palace memberikan gelar FA. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Posisi Oliver Glasner sebagai manajer Nottingham Forest semakin terancam menyusul performa buruk timnya pada awal musim. Glasner bahkan mengakui dirinya bisa menjadi manajer keenam yang meninggalkan klub jika tidak mampu membawa perubahan dalam waktu dekat.

Situasi tersebut menambah panjang daftar pergantian pelatih di Nottingham Forest. Sejak awal musim lalu, klub asal Inggris itu telah memiliki lima manajer berbeda.

Setahun lalu, Sean Dyche baru menjalani kurang dari dua pekan sebagai pelatih kepala Forest. Sebelum kedatangannya, klub lebih dahulu ditangani Nuno Espirito Santo dan Ange Postecoglou.

BACA JUGA:  Arsenal Menang Tipis dan Fulham Taklukkan Spurs

Setelah era Dyche berakhir, Vitor Pereira mengambil alih kursi kepelatihan sebelum akhirnya digantikan Oliver Glasner.

Namun, kehadiran mantan pelatih Crystal Palace tersebut belum mampu mengangkat performa Nottingham Forest. Timnya justru mengalami kemerosotan dan hanya mampu meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan pembuka liga.

Hasil buruk terbaru datang saat Nottingham Forest takluk 0-2 dari Brentford pada akhir pekan lalu. Kekalahan tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap Glasner.

Pelatih asal Austria itu pun memberikan peringatan tegas kepada para pemainnya. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota tim harus mengikuti arahan dan menunjukkan komitmen untuk memperbaiki keadaan.

BACA JUGA:  Kreativitas Mirip Messi, Karetsas Pilih Nomor 19 sebagai Penghormatan Bagi Sang Bintang

“Sekarang saatnya untuk menunjukkan jalan yang jelas dan semua orang harus mengikutinya,” ujar Glasner dikutip dari BBC pada hari ini.

Ia juga menyadari bahwa kegagalan membawa perubahan bisa membuat Nottingham Forest kembali melakukan pergantian pelatih.

“Dan jika mereka tidak mau mengikuti, maka kurasa manajer keenam akan datang,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Glasner tidak ingin situasi buruk Nottingham Forest terus berlanjut. Kini, tantangan terbesarnya adalah mengembalikan konsistensi permainan dan membawa tim keluar dari periode sulit.(maq)