United Telan Kekalahan Memalukan dari Chelsea, Rekor Buruk Sejak 1938 Terulang

edisiana.com – Manchester United kembali menelan hasil mengecewakan setelah takluk 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan pertandingan Liga Inggris. Kekalahan di Stamford Bridge ini memperpanjang catatan buruk Setan Merah yang menjadi salah satu periode terkelam sejak 1938.

Manchester United sebenarnya mampu menjaga gawangnya tetap aman sepanjang babak pertama. Meski terus mendapat tekanan dari tuan rumah, barisan pertahanan tim asuhan Michael Carrick masih mampu meredam serangan Chelsea.

Namun, ketangguhan tersebut akhirnya runtuh pada menit ke-50. Morgan Rogers berhasil menerobos pertahanan Manchester United sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung kiper Senne Lammens.

BACA JUGA:  City Gigit Jari, Wirtz Hanya Mau Pindah ke Bayern

Chelsea pun unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan.

Petaka bagi Manchester United berlanjut ketika bek tengah Lisandro Martinez melakukan pelanggaran terhadap lawan di dalam kotak penalti. Wasit kemudian menunjuk titik putih.

Cole Palmer yang dipercaya menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Tendangannya mengubah skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Chelsea.

Manchester United semakin tertekan setelah Chelsea sempat mencetak gol ketiga pada menit ke-71. Berawal dari umpan terobosan Cole Palmer, Estevao berhasil melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.

Namun, kegembiraan pendukung Chelsea tidak berlangsung lama. Setelah melakukan pemeriksaan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut karena Estevao lebih dahulu berada dalam posisi offside.

BACA JUGA:  Barcelona Akhiri Musim dengan Kemenangan Meyakinkan atas Athletic Club

Hingga pertandingan berakhir, Manchester United gagal membalas dua gol Chelsea. Kekalahan 0-2 ini semakin memperburuk perjalanan Setan Merah musim ini.

Nasib Michael Carrick Jadi Sorotan

Hasil negatif tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United.

Catatan tanpa kemenangan yang disebut menjadi yang terpanjang sejak 1938 membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar. Performa tim yang belum menunjukkan konsistensi juga menjadi perhatian serius para pendukung.

Kini, masa depan Carrick menjadi tanda tanya. Apakah manajemen Manchester United masih akan memberikan kepercayaan kepadanya, atau justru mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pelatih?

BACA JUGA:  RB Leipzig Amankan Posisi Liga Champions

Jawabannya akan menjadi salah satu hal yang paling dinantikan setelah kekalahan menyakitkan dari Chelsea.(maq)