Bola  

Michael Carrick Ungkap Penyebab Manchester United Terus Terpuruk

Pemain Manchester United kalah dan tersingkir dari Piala Carabao. Foto: via BBC

edisiana.com – Michael Carrick blak-blakan mengungkap salah satu faktor utama yang membuat performa Manchester United terus mengalami kemerosotan dari musim ke musim. Menurutnya, persoalan terbesar yang dihadapi Setan Merah adalah hilangnya kepercayaan diri para pemain.

Manchester United tengah melewati periode sulit. Performa klub bahkan disebut berada pada salah satu titik terburuk sejak musim 1988-1989. Selain itu, Setan Merah juga mencatatkan awal musim liga terburuk sejak 1986-1987.

Situasi tersebut mengingatkan publik pada masa ketika Manchester United masih ditangani Ron Atkinson. Pada periode itu, Atkinson akhirnya kehilangan jabatan dan digantikan oleh Alex Ferguson.

Di bawah kepemimpinan Ferguson, Manchester United kemudian menikmati kesuksesan selama lebih dari dua dekade. Namun, situasi klub berubah drastis setelah pelatih legendaris asal Skotlandia tersebut memutuskan pensiun.

BACA JUGA:  Real Madrid Siap Tebus Kekalahan Derby Lewat Laga Kontra Kairat Almaty di Liga Champions

Sejak saat itu, Manchester United kesulitan menemukan konsistensi permainan. Sejumlah pelatih telah bergantian menangani klub, mulai dari David Moyes hingga era kepelatihan berikutnya, tetapi persoalan performa belum sepenuhnya terselesaikan.

Carrick menilai, kepercayaan diri memiliki pengaruh besar terhadap penampilan sebuah tim. Ketika keyakinan pemain menurun, kualitas permainan pun ikut terdampak.

“Kepercayaan diri dalam beberapa hal merupakan faktor utama dari keyakinan itu, kepercayaan diri itu, tingkat kepercayaan diri itu,” ujar Carrick dinukil dari ESPN pada hari ini.

Menurutnya, kepercayaan diri bahkan bisa menjadi faktor penentu yang melampaui aspek lain dalam sebuah pertandingan. Meski demikian, kondisi tersebut juga dapat berubah dengan cepat.

BACA JUGA:  Debut Glasner di Forest Berujung Kekalahan, Butuh Dua Pemain Baru

Carrick meyakini, satu momen penting, satu kemenangan, atau satu hasil positif bisa menjadi titik balik bagi sebuah tim untuk kembali menemukan kepercayaan dirinya.

“Hal itu bisa dibilang mengalahkan segalanya dalam hal tingkat performa. Namun, keindahan dari kepercayaan diri adalah, hal itu bisa kembali dengan cepat dalam satu momen, satu hal dalam pertandingan, satu kemenangan, satu hasil,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa performa Manchester United sangat berkaitan dengan kondisi kepercayaan diri para pemain. Ketika tim berada dalam situasi positif, mereka mampu menunjukkan permainan yang lebih baik.

BACA JUGA:  Dilanda Cedera, Ini Prediksi Star XI MU Versus Sheffield United

Sebaliknya, ketika kepercayaan diri menghilang, performa tim cenderung ikut menurun. “Dan itulah yang membuat kita terus berjuang dan tetap percaya bahwa itu selalu dekat dan apa yang mungkin selalu dalam jangkauan,” tutupnya.(maq)