Modric: Saya Merasa Malu Kalah 0-7

Modric menyumbang satu gol melalui titik putih. Foto: via ESPN

edisiana.com — Kekalahan telak dari Inggris menjadi salah satu malam paling kelam dalam sejarah sepak bola Kroasia. Tim berjuluk Vatreni itu dipaksa menyerah dengan skor mencolok 0-7. Hasil tersebut meninggalkan luka mendalam, terlebih sejak Kroasia berdiri sebagai negara merdeka pada 1991.

Luka itu kian terasa bagi Luka Modric. Gelandang senior Kroasia tersebut tak mampu menyembunyikan kekecewaannya melihat penampilan tim yang dinilainya ceroboh sepanjang pertandingan.

“Saya sudah bersama tim nasional selama 20 tahun, dan ini pertama kalinya saya merasa malu setelah pertandingan,” kata Modric dinukil dari ESPN pada hari ini.

BACA JUGA:  Ronaldo Resmi Jadi Pemegang Saham WOW FC untuk Masa Pensiun

Menurut dia, kekalahan memang menjadi bagian dari sepak bola. Namun, cara Kroasia tumbang membuatnya sulit menerima hasil tersebut. Tujuh gol bersarang di gawang Kroasia tanpa mampu dibalas sekalipun.

“Anda bisa kalah, tapi kalah seperti ini dan menyia-nyiakan reputasi yang telah kita bangun selama bertahun-tahun tidak dapat diterima. Saya merasa malu,” ujarnya menambahkan.

Kekalahan dari Inggris juga menambah tekanan kepada pelatih Kroasia, Slaven Bilic. Sebelumnya, Kroasia sudah dipukul Spanyol dengan skor 1-4 pada Selasa lalu.

BACA JUGA:  Klub Milik Aktor Hollywood Terlilit Hutang £9 Juta

Rentetan hasil buruk itu membuat lini belakang Kroasia menjadi sorotan. Dalam tiga pertandingan terakhir, mereka telah kebobolan 12 gol.

Bilic pun tak mengelak dari tanggung jawab. Pelatih yang mengambil alih tim pada musim panas tersebut mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi.

“Sejak mengambil alih jabatan musim panas ini, memang ada masalah—tentu saja ada. Tetapi tanggung jawabnya ada pada saya,” kata Bilic.

Kekalahan tujuh gol tanpa balas dari Inggris sekaligus menjadi alarm keras bagi Kroasia. Setelah membangun reputasi sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa, mereka kini harus segera berbenah agar hasil buruk tersebut tidak menjadi awal dari periode yang lebih panjang.(maq)