edisiana.com – Liverpool dan Fulham punya misi yang sama ketika bentrok di Anfield. Keduanya sama-sama memburu kemenangan perdana di Premier League musim ini alias ingin segera pecah telur.
Liverpool tentu lebih berambisi. Selain memburu kemenangan kandang pertama, The Reds juga berusaha mengakhiri rentetan tiga hasil imbang beruntun di Anfield.
Catatan tersebut menjadi alarm bagi pasukan Andoni Iraola. Liverpool terakhir kali menjalani periode tanpa kemenangan sepanjang itu di liga terjadi pada era pandemi Covid-19.
Di kubu seberang, kondisi Fulham tak kalah mengkhawatirkan. Tiga pertandingan pertama di kasta tertinggi musim ini seluruhnya berakhir dengan kekalahan.
Yang membuat situasi semakin pelik, Fulham tumbang dengan cara berbeda-beda. Produktivitas mereka juga masih menjadi persoalan.
Bahkan, Fulham gagal mencetak gol lebih banyak dibanding Chelsea maupun Crystal Palace saat bermain di kandang.
Pada laga terakhir, Fulham juga tak mampu membongkar pertahanan Sunderland yang tampil disiplin. Hasilnya, mereka menyerah 0-1.
Pengamat sepak bola Inggris Alan Shearer mengaku mulai khawatir dengan kondisi Fulham. Menurut dia, start buruk tersebut bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan.
“Saya sedikit khawatir dengan Fulham, dan satu atau dua tim lainnya. Jadi, saya tidak terlalu terkejut melihat Fulham memulai musim seperti ini,” ujar Shearer dinukil dari MetroSports pada Sabtu ini.
Dia menilai tekanan terhadap Arbeloa untuk segera membawa Fulham meraih kemenangan cukup besar. Apalagi, masih ada dua pertandingan liga sebelum jeda internasional.
“Dan Arbeloa harus menang dan secepatnya. Jika tidak, Anda tahu apa yang akan terjadi. Saya rasa masih ada dua pertandingan tersisa sebelum jeda internasional di liga. Jadi, Fulham perlu mendapatkan sesuatu di dua pertandingan tersebut,” tambahnya.
Namun, misi Fulham untuk mencuri poin di Anfield dipastikan tidak mudah. Liverpool memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Terlebih, Anfield selama ini dikenal sebagai salah satu stadion yang sulit ditaklukkan tim tamu.
Shearer pun lebih menjagokan Liverpool. Dia melihat kualitas The Reds cukup untuk mengatasi perlawanan Fulham.
“Saya rasa Liverpool menang dan bermain di Anfield, saya rasa mereka akan memiliki cukup kemampuan untuk mengalahkan tamunya,” tegasnya.
Kini, tinggal siapa yang mampu lebih dulu memecah telur. Liverpool ingin kembali menjadikan Anfield sebagai benteng, sedangkan Fulham berusaha menghentikan rentetan kekalahan.
Duel tersebut pun menjadi pertarungan antara tuan rumah yang sedang mencari konsistensi dan tamu yang memburu titik balik.(maq)











