edisiana.com – Martin Odegaard menjadi pembeda Arsenal di panggung Liga Champions. Gol semata wayang kapten The Gunners itu membawa Arsenal mengamankan tiga poin dari markas Napoli, Rabu malam.
Arsenal sejatinya bisa menang dengan skor lebih meyakinkan. Anak asuh Mikel Arteta menciptakan sejumlah peluang emas sepanjang pertandingan. Namun, hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Peluang pertama hadir lewat Mikel Merino pada pertengahan babak pertama. Gelandang asal Spanyol tersebut mendapat kesempatan emas melalui sundulan. Sayang, bola justru mengarah tepat ke pelukan kiper Napoli, Alex Meret.
Bukayo Saka kemudian nyaris memecah kebuntuan. Namun, tendangannya masih melambung di atas mistar gawang. Setelah itu, Piero Hincapie juga memperoleh peluang dari dalam kotak penalti. Lagi-lagi, bola melambung.
Napoli bukan tanpa perlawanan. Arsenal sempat dibuat tegang oleh beberapa serangan tuan rumah. Salah satunya ketika David Raya gagal mengamankan tembakan dari luar kotak penalti yang dilepaskan Kevin De Bruyne.
Beruntung bagi Arsenal, Ben White menunjukkan reaksi cepat. Bek The Gunners tersebut langsung menyapu bola sebelum pemain Napoli mampu memanfaatkannya menjadi peluang berbahaya.
Meski hanya mencetak satu gol, Arsenal tampil agresif. Mereka melepaskan 26 percobaan tembakan sepanjang pertandingan.
Dan melansir BBC, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi bagi Arsenal dalam satu laga Liga Champions sejak awal musim lalu.
Pada akhirnya, satu gol Odegaard sudah cukup. Arsenal pulang dari Napoli dengan tiga poin penting sekaligus menjaga langkah mereka di kompetisi elite Eropa.(maq)










