Air Mata Salah dan Penalti Panenka yang Mengantar Mesir Ukir Sejarah

Salah memakai topi ala Fir'aun setelah membawa Mesir ke babak 16 besar. Foto: via MD

edisiana.com – Mohamed Salah akhirnya menaklukkan mimpi buruk yang selama bertahun-tahun menghantuinya. Kapten Mesir itu menjadi pahlawan sekaligus dinobatkan sebagai Man of the Match setelah membawa negaranya menyingkirkan Australia dan mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia.

Penalti pernah menjadi sumber luka terdalam bagi bintang Liverpool tersebut bersama tim nasional Mesir. Namun, di Dallas, Sabtu ini takdir memilih berpihak kepadanya.

Pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu usai, memaksa kedua tim menentukan pemenang melalui adu penalti. Di tengah tekanan besar, Salah maju sebagai eksekutor dan dengan penuh ketenangan melepaskan tendangan Panenka yang sukses memperdaya kiper Australia.

Eksekusi berkelas itu menjadi salah satu momen penentu yang memastikan Mesir melaju ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Begitu peluit akhir berbunyi, menukil MD menyebutkan emosi Salah tak lagi terbendung. Sang kapten meneteskan air mata, meluapkan rasa haru setelah membawa negaranya menorehkan pencapaian bersejarah.

BACA JUGA:  Tata Masih Menunggu Messi

Momen itu semakin ikonik ketika Salah merayakan kemenangan dengan mengenakan penutup kepala bergaris khas para Firaun, simbol kebanggaan yang menyempurnakan malam bersejarah bagi Mesir dan salah satu pemain terbaik yang pernah mereka miliki.(maq)