Unai Emery Ukir, The King of Europe

Martinez mengangkat pelatihnya Unai Emery saat perayaan gelar juara Eropa. Foto: via BBC

edisiana.com – Di panggung Eropa, ada pelatih-pelatih besar. Namun untuk Liga Europa, nama Unai Emery berdiri di singgasana tersendiri.

Sang teknisi asal Basque kembali membuktikan dirinya sebagai “The King of Europe” setelah membawa Aston Villa menaklukkan Freiburg dengan skor meyakinkan 3-0 pada final di Turki, Rabu malam.

Malam itu bukan sekadar kemenangan. Itu adalah mahakarya terbaru Emery di kompetisi yang seolah menjadi wilayah kekuasaannya.

Trofi tersebut menjadi gelar Liga Europa kelima dalam kariernya — sebuah pencapaian luar biasa yang menegaskan statusnya sebagai spesialis sejati kompetisi Eropa.

BACA JUGA:  Chelsea Cuci Gudang Lalu Rombak Skuad

Bagi Aston Villa, keberhasilan ini terasa lebih emosional. Klub asal Birmingham itu akhirnya kembali mengangkat trofi besar Eropa setelah penantian selama 30 tahun. Emery datang membawa ambisi, identitas, dan kini sejarah baru untuk Villa Park.

Reputasi Emery di Liga Europa memang nyaris tanpa tanding. Ia lebih dulu membangun dinasti bersama Sevilla dengan tiga gelar beruntun pada 2014, 2015, dan 2016 — sebuah era emas yang mengubah wajah klub Andalusia tersebut di kompetisi Eropa.

BACA JUGA:  City Berjaya, Dua Madrid Apes di Liga Champions

Ketika banyak yang mengira kisah itu telah mencapai akhirnya, Emery kembali muncul sebagai pemenang bersama Villarreal pada 2021.

Kini, bersama Aston Villa, ia kembali mengulang kisah yang sama: membentuk tim kompetitif, disiplin, dan mematikan di malam-malam Eropa.

Menurut BBC, di usia 54 tahun, Emery kini sejajar dengan nama-nama legendaris seperti Carlo Ancelotti, José Mourinho, dan Giovanni Trapattoni dalam daftar pelatih dengan lima trofi besar Eropa.

Namun ada satu hal yang membedakan Emery dari yang lain: Liga Europa terasa seperti rumahnya sendiri.(maq)