Juara Liga Portugal Keok di Tangan Tim Degradasi 3-1

Roni selebrasi selepas mencetak gol di dalam pinalti. Foto: via MD

edisiana.com – Malam yang seharusnya menjadi pesta bagi FC Porto justru berubah menjadi mimpi buruk. Sang juara Primeira Liga dipaksa menelan kekalahan mengejutkan 3-1 dari AVS Futebol SAD pada jornada ke-33 Liga Portugal, Minggu malam.

Tim tuan rumah, yang sudah dipastikan terdegradasi, tampil tanpa rasa takut dan menghukum Porto dengan efektivitas luar biasa.

Kekalahan ini menjadi noda kedua bagi “Os Dragões” musim ini, setelah sebelumnya hanya pernah tumbang dari Casa Pia AC pada pekan ke-20.

AVS membuka keunggulan pada menit ke-23 lewat aksi pemain Brasil, Roni. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Porto, ia melepaskan tembakan tajam dari dalam kotak penalti yang gagal dihentikan kiper lawan.

BACA JUGA:  Nilai Transfer Anjlok, Jack Grealish Sulit Tinggalkan Manchester City

Setelah unggul, AVS bertahan habis-habisan. Porto mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan membongkar organisasi pertahanan tuan rumah yang disiplin hingga turun minum.

Reaksi Porto akhirnya datang di babak kedua. Pada menit ke-53, striker muda Turki Deniz Gül menyamakan kedudukan melalui sundulan, memanfaatkan umpan silang dari winger Spanyol Borja Sainz.

Menariknya, bola sebenarnya mengarah langsung ke gawang, namun Deniz Gül memilih menyentuhnya terlebih dahulu — sebuah keputusan yang bahkan sempat membuat rekannya tampak frustrasi.

BACA JUGA:  Brasil vs Prancis: Uji Coba Panas di Massachusetts, Mbappe Bidik Rekor

Namun euforia Porto hanya berlangsung tiga menit. Roni kembali menjadi mimpi buruk bagi sang juara pada menit ke-56.

Kali ini, ia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang dan membawa AVS kembali unggul.

Porto mencoba menekan di sisa pertandingan, tetapi justru kembali kebobolan pada menit ke-80. Bek veteran Aderllan Santos menanduk bola hasil tendangan bebas untuk mengunci kemenangan sensasional AVS dengan skor 3-1.

Sebuah malam pahit bagi Porto. Dari pesta juara menjadi tamparan keras. Sementara bagi AVS, mengutip MD, kemenangan ini datang terlambat untuk menyelamatkan musim mereka, tetapi cukup untuk meninggalkan pesan: mereka turun dengan kepala tegak.(maq)