edisiana.com – Harapan Everton untuk menjaga asa tampil di kompetisi Eropa musim depan mendapat pukulan telak setelah ditahan imbang 2-2 oleh Crystal Palace dalam laga penuh tensi, Ahad malam.
Sosok antagonis bagi publik tuan rumah tak lain adalah Jean-Philippe Mateta, yang muncul dari bangku cadangan untuk menghancurkan mimpi The Toffees lewat gol telatnya.
Pasukan Everton sebenarnya memulai pertandingan dengan sempurna. Baru enam menit laga berjalan, bek tangguh James Tarkowski sukses memecah kebuntuan dan membuat stadion bergemuruh.
Tim tuan rumah tampil agresif dan sempat terlihat berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiga poin penting.
Namun, Crystal Palace perlahan menemukan ritme permainan mereka. Tekanan yang dibangun tim asuhan Oliver Glasner akhirnya membuahkan hasil setelah Ismaila Sarr mencetak gol penyeimbang dan membungkam publik Goodison.
Situasi sempat kembali berpihak kepada Everton di awal babak kedua. Penyerang Beto berhasil membawa tuan rumah unggul lagi melalui penyelesaian tajam yang menghidupkan kembali ambisi mereka untuk merangsek ke posisi kesembilan klasemen.
Akan tetapi, drama belum berakhir. Keputusan Glasner memasukkan Jean- Philippe Mateta terbukti menjadi langkah penentu.
Penyerang Prancis itu menunjukkan insting predatornya dengan mencetak gol pada menit ke-77 dan memaksa pertandingan berakhir 2-2.
Hasil ini terasa pahit bagi Everton, karena menurut BBC, kemenangan sejatinya bisa membuka peluang naik ke posisi kesembilan.
Posisi tersebut masih berpotensi menghadirkan tiket ke kompetisi Eropa musim depan, tergantung hasil kompetisi kontinental serta final FA Cup Final antara Manchester City dan Chelsea.(maq)











