edisiana.com – Pelatih Pep Guardiola mengakui peluang juara timnya mulai menipis setelah Manchester City ditahan imbang dramatis 3-3 oleh Everton pada Senin malam.
Hasil tersebut membuat City kini tertinggal lima poin dari Arsenal, meski masih menyimpan satu laga. Namun, Guardiola menilai situasi sudah berubah.
“Sebelum pertandingan itu, gelar juara berada di tangan kami, begitu juga Arsenal. Tapi sekarang, tidak berada di tangan kami,” ujarnya dinukil dari ESPN pada hari ini.
City sebenarnya sempat berada di atas angin. Mereka menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 lewat gol Jérémy Doku pada menit ke-43. Permainan tampak terkendali, dan tiga poin seolah sudah di depan mata.
Namun, semuanya berubah cepat selepas jeda. Everton menggila dengan mencetak tiga gol hanya dalam kurun 14 menit. Situasi ini membuat City berada di ujung kekalahan..
Erling Haaland sempat membuka asa lewat gol pada menit ke-83 yang memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Momentum itu berlanjut hingga masa injury time, ketika Doku kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat gol penyeimbang spektakuler.
Satu poin berhasil diamankan, tetapi kerugian tetap terasa besar dalam perburuan gelar.
Selanjutnya, City akan menjamu Brentford yang kini berada di peringkat ketujuh, Sabtu mendatang. Di saat yang sama, Arsenal akan melakoni laga tandang melawan West Ham United.
“Situasinya akan cukup mirip karena para pesaingnya bagus, dan kita akan lihat apa yang terjadi,” tambah Guardiola.
Persaingan papan atas pun semakin memanas, sementara City kini tak lagi sepenuhnya memegang kendali atas nasib mereka sendiri.(maq)











