Iran Mundur dari Piala Dunia, Konflik dengan AS Memanas

Timnas Iran tidak akan ikut Piala Dunia 2026. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Keikutsertaan Iran di ajang FIFA World Cup dipastikan batal. Pemerintah negara tersebut memutuskan mundur dari turnamen sepak bola terbesar dunia itu menyusul konflik yang semakin memanas dengan Amerika Serikat.

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamal, menegaskan negaranya tidak memiliki kondisi yang memungkinkan untuk berpartisipasi dalam turnamen musim panas tersebut.

Situasi Iran memang tengah genting. Ketegangan meningkat setelah Amerika
Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir bulan lalu.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi negara itu. Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah negara sekutu AS di kawasan Teluk.

BACA JUGA:  Kabar Baik Bagi Belanda, Bek Andalan Turki Kena Skorsing

Aksi saling serang itu membuat konflik di kawasan Timur Tengah semakin memanas dan memicu ketidakpastian di berbagai sektor, termasuk olahraga.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, sebelumnya juga sudah memberi sinyal bahwa partisipasi tim nasional Iran di Piala Dunia sulit terwujud.

“Tidak mungkin kita menantikan Piala Dunia di tengah konflik seperti ini,” ujar Taj dalam pernyataan sebelumnya.

Kini, pemerintah Iran memastikan keputusan tersebut. Menurut Donyamal, kondisi negara tidak memungkinkan tim nasional untuk tampil di turnamen.

BACA JUGA:  Ten Hag Temukan Trio Maut, West Ham Disikat Tiga Gol Tanpa Balas

“Sejak membunuh pemimpin kami, kami tidak memiliki kondisi apa pun yang memungkinkan kami untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia,” kata Donyamal seperti dikutip Daily Mail pada hari ini.

Turnamen FIFA World Cup 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Ajang itu akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sebelumnya, Iran dijadwalkan menjalani laga fase grup melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni. Sementara pertandingan terakhir grup direncanakan menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.

BACA JUGA:  Ajax dan Galatasaray Lolos ke Playoff Eropa

Namun dengan keputusan mundur tersebut, slot Iran di turnamen kemungkinan akan digantikan oleh negara lain.(maq)