edisiana.com – Bayern Munich kembali mengirim pesan keras ke seluruh Jerman: mereka tak punya tandingan. Bertandang ke markas RB Leipzig, raksasa Bavaria berpesta gol dengan kemenangan telak 5-1—sebuah demonstrasi kekuatan yang kejam.
Sabtu malam itu sempat memberi harapan bagi tuan rumah. Leipzig tampil dominan di babak pertama dan bahkan unggul lebih dulu lewat gol Romulo pada menit ke-20. Bayern terlihat goyah. Tapi itu hanya ilusi.
Segalanya berubah di babak kedua.
Masuknya Joshua Kimmich—dan terutama Michael Olise—menjadi titik balik. Bayern bangkit. Mesin perang kembali menyala. Leipzig pun runtuh, perlahan tapi pasti.
Kebangkitan itu terasa semakin spesial dengan kembalinya Jamal Musiala, yang kembali menginjak lapangan setelah enam bulan absen akibat patah tulang fibula. Dan sejak saat itu, pertandingan berubah menjadi milik Bayern sepenuhnya.
Lima gol pun tercipta di menit-menit akhir:
Serge Gnabry membuka keran, Harry Kane menegaskan superioritas, disusul Jonathan Tah, Pavlovic, dan ditutup oleh Olise. Leipzig kewalahan. Bayern tak terhentikan.
Sementara itu, drama juga tersaji di laga lain. Borussia Dortmund meraih kemenangan penuh emosi atas St. Pauli dengan skor 3-2—meski nyaris membuang segalanya.
Tuan rumah sempat unggul 2-0 dan terlihat aman. Namun Dortmund bangkit di menit-menit genting. Julian Brandt mencetak gol di masa tambahan babak pertama, disusul Karim Adeyemi yang menyamakan keadaan.
St. Pauli sempat kembali menyamakan skor lewat Sands dan Jones pada menit ke-60 dan 72.
Ketegangan memuncak.Dan di waktu tambahan, VAR menjadi penentu. Penalti diberikan. Kapten Emre Can maju—dan tak gagal. Gol kemenangan. Ledakan emosi.
Mengutip MD, kemenangan ini menjaga Dortmund—asuhan Niko Kovač—di posisi kedua klasemen Bundesliga dan memangkas jarak menjadi delapan poin dari sang pemimpin tak tergoyahkan: Bayern Munich.
Bundesliga punya cerita. Tapi satu hal tetap sama: Bayern masih raja.(maq)











