edisiana.com – Masa depan Marco Silva di Fulham kini berada di ujung tanduk. Kekalahan demi kekalahan membuat klub London Barat itu mulai kehilangan kesabaran. Menurut laporan, manajemen tengah serius mempertimbangkan opsi untuk memecat pelatih asal Portugal tersebut.
Setelah awal musim yang buruk, Fulham kini terdampar tepat di atas zona degradasi Liga Primer. Kekalahan 0-2 dari Everton pekan lalu seakan menjadi titik balik yang memperdalam krisis tim.
Padahal, di musim lalu Silva membawa Fulham tampil mengejutkan. Mereka memenangkan 15 pertandingan liga dan menutup musim dengan nyaman di posisi ke-11 — sebuah pencapaian luar biasa untuk tim yang baru promosi.
Namun musim ini cerita berubah total. Fulham tak lagi punya ketajaman dan mentalitas yang sama. Kekalahan dari Chelsea, Bournemouth, dan Arsenal menjadi gambaran betapa sulitnya perjalanan mereka.
Melansir Express Sport, menyebut, Silva hingga kini juga menolak menandatangani kontrak baru, menambah ketidakpastian di ruang ganti.
“Kami masih menilai situasi, tapi performa tim jelas tidak sesuai ekspektasi,” ujar sumber Express Sport.
Nama-nama pengganti pun mulai beredar di udara Craven Cottage. Salah satu yang paling menonjol adalah Brendan Rodgers.
Pelatih berusia 52 tahun itu hampir membawa Liverpool menjuarai Liga Primer pada 2013, sebelum akhirnya harus menyerah pada kejaran Manchester City.
Rodgers kini menangani Celtic, tetapi rumor kembalinya ke Inggris mulai terdengar keras. Ia disebut-sebut masih menyimpan ambisi untuk membuktikan diri di Premier League — meskipun catatan terakhirnya di Leicester City, yang terdegradasi pada akhir musim 2023/24 setelah dirinya dipecat pada April, masih membekas.
Tekanan meningkat, waktu menipis, dan kesabaran Fulham kian terkikis. Jika hasil tak segera membaik, Marco Silva bisa jadi nama besar berikutnya yang tumbang di kursi panas Premier League.(maq)









