edisiana.com – Real Madrid tampil seperti raksasa di hadapan publiknya. Valencia datang ke Santiago Bernabéu dengan niat bertahan dan menunggu kesempatan lewat serangan balik . Tapi yang terjadi, mereka justru tenggelam dalam badai putih. Empat gol tanpa balas menjadi bukti perbedaan kelas yang nyata.
Sejak menit awal, tekanan Madrid tak terbendung. Agirrezabala sudah harus beraksi di menit ke-13 untuk menepis tembakan keras Jude Bellingham. Tapi jeda itu hanya sementara.
Dua menit berselang, drama terjadi di kotak penalti: Mbappé dan Bellingham terjatuh saat mencoba menyambut tendangan sudut, VAR memeriksa kemungkinan handball, dan akhirnya wasit Mateo Busquets Ferrer menunjuk titik putih.
Mbappé, dingin seperti biasa, mengecoh Agirrezabala dan membuka skor di menit ke-19. Pemain Prancis itu belum selesai — pada menit ke-31, ia kembali muncul tepat waktu menyambar umpan silang Arda Güler dan menggandakan keunggulan.
Valencia semakin mundur, dan tekanan Madrid kian menggila. Correia menjatuhkan Carreras di kotak terlarang, namun Vinícius gagal menambah skor setelah penaltinya ditepis Agirrezabala.
Tapi Bernabéu tak menunggu lama untuk bersorak lagi. Bellingham, dengan kepercayaan diri yang tinggi, melepaskan tembakan melengkung indah di menit ke-44. Gol ketiga yang membuat segalanya tampak terlalu mudah bagi Los Blancos.
Memasuki babak kedua, Xabi Alonso melakukan rotasi: Ceballos dan Camavinga masuk, tapi ritme Madrid tetap mengalir deras. Courtois sempat menyelamatkan gawang dari tembakan Andre Almeida, memastikan clean sheet tetap terjaga.
Dan pesta ditutup di menit ke-82. Rodrygo melepaskan tendangan keras yang diblok, bola liar disambar Carreras, dan skor menjadi 4-0.
Menukil ESPN pada hari ini, Real Madrid kini melaju sendirian di puncak LaLiga — tujuh poin di depan Villarreal, delapan di atas Barcelona. Dominan, elegan, dan tanpa ampun. Bernabéu kembali menjadi istana bagi sang pemimpin.(maq)










