edisiana.com – Kiper Lille, Berke Özer, tampil sebagai pahlawan dalam laga dramatis Liga Europa melawan AS Roma, Jumat dini hari WIB. Ia mencatatkan penyelamatan luar biasa yakni tiga penalti berturut-turut di menit-menit akhir pertandingan, sekaligus memastikan kemenangan 1-0 bagi tim asal Prancis tersebut.
Lille unggul lebih dulu melalui gol cepat Hakon Arnar Haraldsson pada menit ke-6, setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Roma. Gol ini menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berlangsung ketat di Stadio Olimpico.
Drama sesungguhnya terjadi di 10 menit terakhir. Pada menit ke-80, Roma mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan setelah Aissa Mandi melakukan handball di kotak penalti. Artem Dovbyk maju sebagai eksekutor, namun tendangannya berhasil dibaca dan ditepis oleh Berke Özer.
Namun, wasit Erik Lambrechts memerintahkan penalti diulang karena Özer dianggap bergerak terlalu cepat dari garis gawang. Dovbyk kembali mengambil kesempatan kedua, tetapi kembali digagalkan oleh Özer.
Kali ini, giliran Dovbyk yang dinilai melanggar aturan karena langkah kakinya tidak sesuai prosedur.
Tanggung jawab kemudian diberikan kepada Matias Soulé, namun Özer sekali lagi tampil gemilang. Ia menepis eksekusi ketiga secara beruntun — sebuah momen langka dalam dunia sepak bola — dan memastikan tiga poin penting bagi Lille.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengaku belum pernah menyaksikan kejadian seperti ini sepanjang kariernya.
“Itu adalah situasi yang hampir unik dan acak, yang pada akhirnya membahayakan hasil pertandingan,” ujar Gasperini dinukil BBC.
Dengan kemenangan ini, Lille memperkuat posisinya di klasemen Liga Europa, sementara Roma harus menelan kekecewaan di kandang sendiri setelah gagal mengeksekusi tiga penalti berturut-turut — semuanya dihentikan oleh satu orang: Berke Özer.(maq)











