Messi Pamitan dari Argentina, Scolani Tak Kuasa Menahan Air Mata

Messi menyapa pendukung Argentina dalam pertandingan melawan Venezuela. Foto: via ESPN

edisiana.com – Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Venezuela pada Jumat ini menjadi hari yang penuh emosi bagi Argentina dan para pendukungnya. Tak hanya karena kemenangan meyakinkan 3-0 di Estadio Monumental, tapi juga karena Lionel Messi menyiratkan kemungkinan laga tersebut menjadi pertandingan resmi terakhirnya di tanah air.

Messi mencetak dua gol dan tampil gemilang, sementara Lautaro Martínez menambah satu gol lagi, membawa Argentina kokoh di puncak klasemen zona CONMEBOL dengan 35 poin dari 16 pertandingan. La Albiceleste telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.

Namun, sorotan utama datang usai peluit panjang dibunyikan. Messi, yang disambut sorakan dan nyanyian penuh cinta dari puluhan ribu fans di stadion, terlihat memberi salam perpisahan kepada publik Buenos Aires.

BACA JUGA:  Gerrard Gagal Boyong Sancho ke Al Ettifaq

“Seperti yang saya katakan sebelumnya tentang Piala Dunia, saya rasa saya tidak akan bermain lagi. Karena usia saya, hal yang paling logis adalah saya tidak akan bisa,” ucap Messi dinukil dari ESPN pada hari ini.

“Tapi saya belum membuat keputusan tentang Piala Dunia. Saya punya keinginan untuk bermain, tapi saya akan memantau kondisi tubuh saya selama beberapa bulan ke depan. Jadi, kita lihat saja nanti,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Sheffield Siap-siap Ambil Tiket ke Liga Utama Inggris

Ucapan tersebut membuat suasana makin emosional, termasuk bagi pelatih Lionel Scaloni yang tak kuasa menahan air mata saat ditanya tentang sang kapten.

“Ya, ini adalah pertandingan yang Leo katakan akan emosional, istimewa, dan menyenangkan… karena memang benar ini adalah pertandingan kualifikasi terakhir kami di Argentina,” ujar Scaloni sambil menyeka air mata.

“Kami tahu apa artinya Messi bagi negara ini dan bagi sepak bola dunia,” ucapnya lagi.

Meski belum ada keputusan final soal masa depan Messi di Piala Dunia 2026, pernyataannya malam itu disambut dengan rasa haru oleh para penggemar dan rekan-rekan setimnya.

BACA JUGA:  Si Burung Parkit Espanyol Menang 4-0 Atas Rayo

Sebuah malam yang menjadi kenangan manis – sekaligus mungkin perpisahan – dari sang legenda hidup di tanah kelahirannya.(maq)