Ajax Hajar Celtic 5-1 di Laga Pramusim, Kericuhan Warnai Duel Suporter

Pertandingan Ajax melawan Celtic. Foto: via Express

edisiana.com – Ajax Amsterdam tampil perkasa dengan membantai Celtic 5-1 dalam laga pramusim yang digelar di kandang Como, Italia, Kamis (waktu setempat). Meski laga berjalan seru di lapangan, tensi tinggi justru pecah di tribun penonton akibat kericuhan antar suporter kedua tim.

Pertandingan yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu menjadi panggung dominasi Ajax, terutama di babak kedua. Steven Berghuis membuka keunggulan untuk wakil Belanda, namun Celtic sempat menyamakan kedudukan lewat gol cepat Yang Hyun-Jun. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Ajax tampil lebih agresif dan memperlihatkan kualitas mereka. Davy Klaassen mencetak dua gol, ditambah satu gol dari Aaron Bouwman, serta satu gol tambahan dari Berghuis yang mengukuhkan kemenangan meyakinkan Ajax 5-1.

Hasil ini memastikan langkah mereka ke final turnamen pramusim, di mana mereka akan menghadapi tuan rumah FC Como pada hari Minggu.

Namun, kemenangan Ajax diwarnai insiden memalukan. Keributan pecah di tribun penonton saat pertandingan berlangsung, melibatkan suporter kedua tim. Dilaporkan bahwa para pendukung Ajax dan Celtic terlibat bentrok fisik dan saling melempar benda dari tribun.

BACA JUGA:  PSG Tergusur Monaco dari Puncak Klasemen Ligue 1

Menurut laporan Daily Express, rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan suporter dari kedua kubu menggedor kaca pembatas (perspex) antartribun, memaksa petugas keamanan turun tangan untuk meredam situasi.

Bahkan, gelas plastik berisi cairan terlihat dilemparkan dari kedua sisi, menambah panas suasana.

Beberapa suporter Celtic juga terlihat mengibarkan bendera Palestina, yang semakin memanaskan atmosfer di tengah ketegangan politik yang sensitif.

Kehadiran besar-besaran suporter dari kedua tim di Italia Utara memang sudah diprediksi memicu risiko gesekan. Namun pihak penyelenggara kini mendapat sorotan atas lemahnya pengamanan di laga yang seharusnya menjadi ajang pemanasan menjelang musim baru.(maq)