edisiana.com – Mantan manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti, dijatuhi hukuman satu tahun penjara oleh pengadilan Spanyol setelah dinyatakan bersalah menggelapkan pajak atas pendapatan dari hak citra selama masa pertamanya melatih di Santiago Bernabéu.
Pelatih kepala tim nasional Brasil yang baru ini telah terlibat dalam perseteruan hukum yang berkepanjangan dengan otoritas pajak Spanyol. Pria berusia 65 tahun itu hadir di Pengadilan Provinsi Madrid pada bulan April lalu.
Ancelotti dituduh secara sengaja memberikan informasi palsu kepada otoritas pajak selama masa jabatannya sebagai pelatih Real Madrid antara tahun 2014 dan 2015. Ia diduga menghindari kewajiban membayar pajak penghasilan lebih dari €1 juta (sekitar £833.000) dari hak citra yang dimilikinya.
Dalam pembelaannya di pengadilan, Ancelotti mengatakan:“Saya hanya peduli dengan mengumpulkan €6 juta bersih selama tiga tahun. Saya tidak pernah merasa ada yang salah dan tidak pernah menerima pemberitahuan bahwa saya sedang diselidiki oleh kejaksaan,” kata Ancelotti seperti dilansir Daily Mail pada hari ini.
Ia juga menambahkan bahwa saat Real Madrid mengusulkan pengalihan hak citra kepadanya, ia telah berkonsultasi dengan penasihat hukum asal Inggris.
“Saya tidak menganggap ini sebagai penipuan. Meski jika saya berada di sini, mungkin memang ada hal yang tidak sepenuhnya benar,” tambahnya.
Sepanjang persidangan, Ancelotti terus membantah telah melakukan kesalahan. Meski pengadilan memutuskan bahwa ia bersalah pada hari Rabu, Ancelotti kemungkinan besar tidak akan menjalani hukuman penjara karena hukum Spanyol biasanya tidak mengharuskan pelaku kejahatan non-kekerasan menjalani hukuman apabila masa hukumannya satu tahun atau kurang.
Meski demikian, Ancelotti tetap diwajibkan membayar denda senilai €386.000 (sekitar £332.768).
Sebelumnya, ia telah mengakui adanya kekurangan pembayaran pajak pada tahun 2014, namun menyalahkan kesalahan tersebut kepada akuntannya. Ia juga bersikeras bahwa ia tidak melanggar hukum pada tahun 2015 karena tidak tinggal di Spanyol selama lebih dari 183 hari, yang merupakan syarat untuk wajib pajak.
Namun jaksa menilai pendapatan utama Ancelotti saat itu masih berasal dari Real Madrid, mengingat ia baru bergabung dengan Bayern Munich pada tahun 2016. Jika terbukti bersalah atas semua tuduhan, ia sempat terancam hukuman hingga empat tahun penjara.(maq)











