edisiana.com – Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang digelar di Amerika Serikat menghadapi tantangan serius dari alam. Badai petir dan gelombang panas ekstrem mengganggu jalannya turnamen, menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan pemain, ofisial, dan penonton.
Pertandingan Grup C antara Benfica dan Auckland City di Orlando tertunda lebih dari dua jam akibat hujan deras disertai petir. Di kota yang sama, laga antara Mamelodi Sundowns dan Ulsan HD juga mengalami penundaan lebih dari satu jam.
Gangguan cuaca serupa terjadi di kota lain. Pertandingan antara Palmeiras dan Al-Ahly di New Jersey harus dihentikan sementara selama 40 menit, sementara duel Salzburg melawan Pachuca di Cincinnati mengalami jeda hingga 90 menit di babak kedua karena kondisi cuaca buruk.
Kondisi ini diperkirakan akan memburuk. Kelompok kampanye lingkungan Fossil Free Football memperingatkan bahwa 10 pertandingan yang akan dimainkan minggu depan berisiko tinggi terkena panas ekstrem, dengan suhu udara diprediksi mencapai 41 derajat Celsius.
Situasi ini memicu kekhawatiran, mengingat Amerika Serikat juga menjadi tuan rumah bersama untuk Piala Dunia 2026.
Menanggapi situasi ini, FIFA mengeluarkan pernyataan resmi: “FIFA akan terus memantau kondisi cuaca dengan berkoordinasi dengan tim penyelenggara untuk memastikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi semua orang yang terlibat,” seperti dilansir BBC pada hari ini.
Dengan iklim ekstrem yang mulai berdampak nyata pada jadwal dan keselamatan pertandingan, diskusi soal penyesuaian jadwal dan kebijakan iklim dalam penyelenggaraan turnamen internasional pun kembali mencuat.(maq)











