Kado Perpisahan Spalletti: Italia Kalahkan Moldova 2-0 di Kualifikasi Piala Dunia

Pemain Italia memberikan salam perpisahan kepada manajer timnas Italia, Luciano Spalletti. Foto: via ESPN

edisiana.com – Luciano Spalletti mengakhiri masa jabatannya sebagai manajer tim nasional Italia dengan kemenangan kandang 2-0 atas Moldova dalam laga kualifikasi Piala Dunia, Senin malam waktu setempat. Namun, kemenangan tersebut tak mampu sepenuhnya meredakan ketegangan di antara para pendukung Azzurri.

Italia membuka laga dengan dominasi, dan hampir unggul lebih dulu lewat debutan Luca Ranieri yang sundulannya membentur mistar gawang.

Gol pembuka akhirnya datang lima menit sebelum jeda ketika sundulan bek Moldova jatuh di kaki Giacomo Raspadori. Penyerang Napoli itu tak menyia-nyiakan kesempatan, melepaskan tembakan mendatar ke sudut bawah gawang.

BACA JUGA:  Ryan Mason Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Kepala West Bromwich Albion

Moldova sempat mengancam menjelang babak pertama usai. Tembakan jarak jauh Oleg Reabciuk memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan penyelamatan gemilang.

Sementara upaya lanjutan dari Artur Ionita melenceng tipis, dan sundulan Daniel Dumbravanu nyaris membuahkan gol sebelum disapu di garis oleh Federico Dimarco.

Italia menggandakan keunggulan lima menit setelah jeda. Pemain pengganti Riccardo Orsolini mengirimkan umpan silang mendatar yang diteruskan oleh Davide Frattesi kepada Andrea Cambiaso. Sang bek sayap pun menaklukkan kiper Cristian Avram dengan penyelesaian dingin.

Meski unggul dua gol, Italia tetap kesulitan menunjukkan performa meyakinkan. Frattesi sempat mendapatkan peluang emas usai menerima umpan dari Alessandro Bastoni, namun tembakannya tepat mengarah ke kiper.

BACA JUGA:  Chelsea Vs Manchester United: Stamford Bridge Jadi Benteng, Setan Merah Diuji

Moldova pun terus menekan hingga akhir pertandingan, menunjukkan ketangguhan yang tak mudah dipatahkan.

Spalletti, yang mendapat cemoohan dari sebagian besar penonton saat namanya diumumkan sebelum laga, mengakui bahwa timnya masih tampil di bawah ekspektasi.

“Kami kembali kesulitan malam ini,” ujarnya dikutip dari ESPN pada Selasa ini.

“Sebagai pelatih tim nasional, saya tidak boleh mencari-cari alasan. Saya yang memilih pemain, jadi jika mereka tidak tampil baik, saya yang bertanggung jawab,” tambah dia.

Dengan kepergiannya yang kini resmi, publik Italia menantikan babak baru bersama pelatih baru — yang santer dikabarkan adalah mantan manajer Leicester City dan veteran sepak bola Italia, Claudio Ranieri.(maq)