edisiana.com – Kehadiran Pep Lijnders di Etihad Stadium sebagai bagian dari staf kepelatihan Pep Guardiola di Manchester City disebut-sebut sebagai sebuah kudeta besar dalam dinamika internal klub. Ia dijadwalkan memulai tugasnya sebelum ajang Piala Dunia Antarklub berlangsung akhir tahun ini.
Mantan asisten pelatih Liverpool itu sebelumnya meraih kesuksesan besar bersama Jurgen Klopp, sebelum akhirnya meninggalkan Anfield pada akhir tahun lalu.
Sejak Desember, Lijnders belum mengambil peran baru, meski sempat mencoba peruntungannya di dunia manajerial. Namun, masa baktinya di Red Bull Salzburg hanya bertahan selama enam bulan.
City sendiri tengah mengalami perombakan besar di jajaran staf pelatih setelah memastikan tempat di Liga Champions usai finis di posisi ketiga klasemen akhir Premier League.
Tiga anggota tim belakang Guardiola — Juanma Lillo, Inigo Dominguez, dan Carlos Vicens — telah atau akan meninggalkan klub.
Lillo dan Dominguez memilih hengkang setelah kontrak mereka berakhir bulan depan, sementara Vicens mengambil alih posisi pelatih kepala di Braga, Portugal.
Penunjukan Lijnders dipandang sebagai langkah strategis oleh manajemen City, sekaligus sinyal kuat perubahan arah dalam struktur pelatih.
Kehadirannya dapat memengaruhi keputusan Guardiola soal siapa saja yang akan dibawanya ke Amerika Serikat untuk menghadapi Piala Dunia Antarklub.
Jurgen Klopp, yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Lijnders, memberikan pujian tinggi kepada mantan asistennya itu menjelang pertandingan perpisahan mereka di Liverpool.
“Orang yang paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir di klub ini adalah Pep Lijnders. Pekerjaannya sungguh luar biasa. Inspirasi yang ia berikan kepada saya sangat luar biasa,” ujar Klopp diikutip dari Daily Mail pada Sabtu ini.(maq)








