edisiana.com – Penampilan Manchester City hancur lebur dalam dua pekan. Terburuk sejak Pep Guardiola menukangi tim profesionalnya. Ada Pep Guardiola?
Ini musim yang menghancurkan karir Pep Guardiola. Kalah empat kali secara beruntun di semua kompetisi. Terakhir pada hari ini keok sama Brighton 2-1.
Menurut BBC, City sejumlah masalah yang semakin meningkat terjadi di kedua sisi lapangan. Seperti yang ditunjukkan ketika membandingkan statistik mereka dari musim lalu hingga musim ini.
Di depan gawang, mereka telah meningkat dari rata-rata 2,53 gol per pertandingan musim lalu menjadi dua per pertandingan saat ini.
Walaupun rata-rata memiliki lebih banyak tembakan ke gawang, naik dari 18,5 menjadi 19,6. Apakah mereka kurang bagus?
Mereka tentu kini semakin mengandalkan Haaland, dengan peluang konversi besar mereka turun dari 38 persen menjadi 29,8 persen.
Sementara itu, di sisi lain, mereka kini kebobolan 1,17 gol per pertandingan, naik dari 0,92 gol per pertandingan. Mereka juga menghadapi lebih banyak tembakan per pertandingan.
Itu semua menambah masalah di sekitar Manchester City, pengawasan akan meningkat jika hasil buruk terus berlanjut.
Sedangkan strategi Brighton dalam menyerang sayap kanan City seperti taktik yang disengaja. Dengan 44,9 persen serangan mereka menargetkan sayap tersebut dibandingkan 26,9 persen di sayap kiri.
Walker telah melewatkan sebagian besar musim ini, tetapi Rico Lewis, yang menggantikannya, sering kali ditempatkan di lini tengah.
Sehingga meninggalkan ruang untuk dieksploitasi oleh tim lawan. Sepanjang musim ini, 38,7 persen serangan dilakukan di sayap kanan City dibandingkan 36 persen di sayap kiri.(maq)









