edisiana.com – Jordan Pickford menjadi benteng terakhir Everton di ajang Premier League. Dan selalu menjadi penyelamat dalam tendangan penalti.
Kontes Liga Premier pada Sabtu malam kemarin di Goodison Park dimulai dengan penghormatan kepada Jordan Pickford dan berakhir dengan cara yang hampir sama.
Sebelum kick-off melawan Newcastle, pendukung Everton memasang spanduk besar bergambar kiper mereka untuk mengingatkan bahwa dia adalah nomor satu untuk klub dan negara.
Dua musim lalu, Pickford dengan cerdik menggunakan catatan di botol air untuk menyelamatkan penalti James Maddison di akhir musim.
Dengan hasil imbang sudah sangat membantu menjaga Everton tetap di papan atas dan menjatuhkan Leicester.
Kali ini, dia hanya perlu mengingat kembali kejadian akhir pekan ini. Ketika Gordon mengonversi penalti untuk The Magpies melawan juara bertahan Manchester City.
Penyerang Newcastle itu telah mencetak seluruh lima tendangan penalti terakhirnya. Dia mencoba menipu rekan setimnya di timnas Inggris dengan mengatakan bahwa ia akan bergerak ke kiri pada kesempatan ini.
Pickford mampu melakukannya, penyelamatan bagus di sisi kirinya yang membuat para pendukung Everton menjadi riuh. Karena penampilan heroiknya.
Merayakan kegagalan mantan pemain mereka dengan liar dan meneriakkan,”Pickford pemain nomor satu Inggris.”
Penghentian ini akan menjadi lebih manis bagi Pickford setelah diberi perlakuan oleh pendukung Newcastle sepanjang pertandingan, memancingnya dengan hinaan terhadap akar Sunderland-nya.
“Ini seperti mencoba saling menggertak dan saya berhasil mengalahkannya malam ini. Itu adalah momen besar dan saya senang hal itu membantu kami mendapatkan hasil imbang,” ujar Pickford seperti dilansir ESPN pada hari ini.
“Agar adil, saya menonton pertandingannya minggu lalu dan dia membalikkan keadaan saat melawan Ederson dan saya membayangkan dia berada di sisi kiri kiper,” imbuh dia.(maq)











