edisiana.com – Rafa Márquez sebagai salah satu kandidat untuk menggantikan Xavi Hernández sebagai pelatih Barcelona. Kendati juru kunci dia sudah ditetapkan pada dua bulan lalu.
Márquez pada awalnya hanya dianggap sebagai calon juru kunci jika Xavi, mengundurkan diri pada musim panas. Mantan bek Barcelona ini bertanggung jawab atas tim B klub, yang bersaing untuk promosi ke divisi dua sepak bola Spanyol.
Menurut ESPN bahwa Barcelona masih mempertimbangkan alternatif lain seperti Hansi Flick dan Thomas Tuchel. Tapi Márquez kini juga menjadi opsi jangka panjang karena klub tahu akan sulit menawarkan proyek signifikan seperti itu kepada pelatih berpengalaman.
Mengingat Barcelona mengalami keterbatasan ekonomi yang akan mereka alami di jendela transfer mendatang.
Situasi keuangan Barca yang sulit membuat mereka tidak dapat memberikan jaminan atas pengembangan skuad. Sebab keterbatasan yang mereka hadapi di bursa transfer.
Sementara Barca masih memiliki sisa €200 juta ($212 juta) melebihi batas pengeluaran tahunan LaLiga yang ditetapkan sebesar €204 juta.
Dalam melaporkan itu juga menyebutkan Barca akan kesulitan merekrut pemain baru musim panas ini dan bahkan mungkin memaksa mereka untuk menjual pemain kunci, termasuk bek Ronald Araújo untuk mematuhi aturan liga.
Hal itu tidak akan menjadi masalah bagi Márquez. Dia secara terbuka memposisikan dirinya sebagai pengganti Xavi di pertengahan musim atau pekerjaannya.
Setelah kalah dari PSG, Barca bertandang ke Real Madrid akhir pekan ini dengan peluang memperkecil jarak dengan pemimpin LaLiga menjadi lima poin dengan enam pertandingan tersisa.
Sementara itu direktur olahraga Barcelona Deco mengesampingkan Marquez sebagai opsi untuk tim utama. Dia menyatakan bahwa klub sedang mencari pelatih yang lebih berpengalaman.
Barca ingin merekrut sejumlah pelatih, termasuk pelatih Brighton Roberto de Zerbi serta Flick dan Tuchel.
Presiden Barca, Laporta selalu menjadi pengagum berat para pelatih Jerman dan Flick serta Tuchel. Mereka dinilai layak jadi pelatih tim Catalan itu karena yang pertama tidak memiliki tim setelah meninggalkan tim nasional Jerman. Dan yang terakhir akan meninggalkan Bayern Munich setelah musim berakhir.(maq)











