Munich Tak Berkutik, Jalan Leverkusen Terbuka untuk Merebut Gelar

Alejandro Grimaldo mencetak gol kedelapannya di liga musim ini berselebrasi bersama rekannya di Leverkusen. Foto: via ESPN

edisiana.com – Gelar Bundesliga terbuka lebar bagi Bayer Leverkusen. Apalagi setelah tim besutan Xabi Alonso menundukkan juara bertahan Bayern Munich dengan skor telak 3-0 dinihari tadi.

Kini Bayer Leverkusen bertahan di puncak klasemen dengan unggul lima angka di puncak klasemen dan membuat mereka memimpin perburuan gelar.

Gol dari Josip Stanisic , Alejandro Grimaldo dan Jeremie Frimpong  memastikan tiga poin membawa Leverkusen, yang belum pernah memenangkan gelar Bundesliga.

Dan sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 31 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Bayern, yang mengejar mahkota liga ke-12 berturut-turut, tidak terlihat penampilan bagusnya. Mereka hanya berhasil melakukan satu tembakan tepat sasaran selama 90 menit.

Tim asuhan Xabi Alonso, yang juga dua kali membentur tiang gawang, kini mengumpulkan 55 poin. Dan Bayern di peringkat kedua dengan 50 poin.

“Hari ini adalah penampilan yang sangat disiplin dari tim saya. Itu tidak mudah namun kami menunggu peluang kami. Mungkin kami tidak terlalu banyak menguasai bola hari ini namun kami ingin menjadi dominan meski tanpa bola,” terang Xabi dikutip dari ESPN pada hari ini.

“Itu adalah kemenangan yang sangat penting tetapi itu hanya tiga poin. Kami harus terus melaju. Ini masih bulan Februari dan kami harus tetap tenang,” imbuhnya.

Pertandingan sempat ditunda delapan menit lantaran para penggemar melemparkan benda ke lapangan. Mereka memprotes rencana liga yang membiarkan investor keuangan mengambil saham di perusahaan hak media Bundesliga.

Dalam pertandingan ini, tuan rumah terbukti lebih agresif dibandingkan Bayern, yang awalnya menguasai bola namun kurang memiliki ide menyerang. Tim Bavaria juga goyah di lini belakang, kesulitan menghadapi tekanan Leverkusen yang semakin meningkat.

Ketika Robert Andrich melakukan lemparan ke dalam, mengirim umpan balik ke dalam kotak penalti dan Stanisic, yang dipinjam dari Bayern, tidak terkawal sama sekali di tiang jauh untuk memanfaatkannya.

Lantas pemain Spanyol Grimaldo menggandakan keunggulan lima menit setelah babak kedua dimulai. Dengan gol kedelapannya di liga musim ini, sebelum sepakan sudut juga membentur mistar gawang.

Tuan rumah berangsur-angsur mereda namun masih nyaris mencetak gol ketiga melalui tendangan rendah Frimpong yang melebar pada menit ke-73.

Pada menit ke-88, upaya Frimpong membentur tiang gawang. Tapi pemain Belanda itu akhirnya mencetak gol. Saat kiper Bayern Manuel Neuer secara misterius memasuki kotak penalti lawan pada menit-menit akhir untuk menghasilkan tendangan sudut.

Dia gagal kembali ke gawangnya sendiri, dan Frimpong berlari dengan cepat sebelum melepaskan tembakan dari jarak 25 meter ke gawang yang kosong untuk mengakhiri malam yang tak terlupakan.

Sementara itu Bavaria tak berkutik dan tidak punya cara untuk bangkit, dan bahkan pencetak gol terbanyak liga Harry Kane gagal memberikan pengaruh apa pun.

“Kami memulai dengan baik tetapi kemudian kesalahan mulai terjadi,” kata pelatih Bayern Thomas Tuchel, yang timnya akan bertandang menghadapi Lazio di babak 16 besar Liga Champions pekan depan.

“Kami tidak mampu menciptakan peluang apa pun, bahkan di akhir pertandingan ketika kami memiliki lima atau enam pemain menyerang. Saya tidak punya penjelasan mengapa kami tidak melibatkan Harry lebih banyak dalam permainan,” jelas Tuchel.(maq)

BACA JUGA:  Newcastle Krisis Striker Jelang Lawan Fulham