Di-PHP Klub Turki, Gagal Dikontrak Burnley, Townsend Menangis

edisiana.com – Mantan pemain Tottenham Hotspur, Andros Townsend masih belum ada klub. Sempat di-PHP (pemberi harapan palsu) seorang agen untuk main di klub Turki. Tapi ujungnya tidak realisasi.

Terakhir dia sempat akan bermain ke Burnley yang baru mendapat promosi ke Liga Inggris tapi itu pun gagal.

Menurut Townsend, dia menangis setelah kepindahan bebas transfer ke Burnley gagal pada musim panas. Karena Burnley karena tidak ingin menghambat perkembangan beberapa pemain muda mereka.

Dan seorang dia masih berstatus bebas transfer usai meninggalkan Everton musim lalu. “Itu mungkin salah satu perbincangan terberat yang pernah saya alami dalam karier saya,” kata Townsend seperti dilansir BBC pada hari ini.

Townsend mengatakan dia telah menghabiskan sebulan terakhir mencoba mendapatkan kontrak di tempat lain. Namun selalu ditolak oleh baik klub di dalam maupun luar negeri.

Manajer Burnley Vincent Kompany mengatakan tidak mengontrak Townsend tidak mau menghambat perkembangan pemain mudanya
seperti Luca Koleosho (22) dan Zeki Amdouni (19).

“Jika saya buruk dan tahu saya tidak akan mendapatkan kontrak, saya bisa mempersiapkan diri. Tapi melihat rumah, berbicara tentang nomor skuad dan kemudian diberitahu bahwa kontrak tidak lagi ditawarkan, itu adalah hal yang buruk, mengguncang dunia saya,” terang Townsend.

BACA JUGA:  Bermunculan Calon Pengganti Manajer Everton

Dia juga sudah sempat menawarkan sesuatu permainan berbeda kepada Burnley. Yang menyamankan pemain skuad dan baik di sekitar skuad bahkan ketika tidak bermain.

“Tetapi sekarang setelah menonton lima pertandingan pertama Burnley, saya mengerti. Dengan Luca Koleosho dan Zeki Amdouni, para pemain muda yang mereka datangkan. Burnley adalah klub yang menyukai aset yang bisa dijual, jadi dengan enggan saya mengerti mengapa dia [Kompany] tidak mengambil keputusan itu,” jelasnya lagi.

Townsend kini sudah berusia 32 tahun dan kembali ke London. Dia berlatih dengan mantan klubnya tim U-18 Tottenham untuk tetap fit sementara dia mencoba mencari klub baru.

“Saya berada di Turki sepanjang hari tenggat waktu. Seorang agen mengatakan saya mendapatkan kesepakatan ini. Saya menunggu sepanjang hari tenggat waktu dan hal itu tidak terjadi. Itu adalah bulan saya, orang-orang memberi saya harapan palsu, ” ucap dia.(maq)