Gundogan: Barca, Klub Impian Sejak Kecil

Gundogan mengenakan seragam Barcelona. Foto: Getty via Daylimail

edisiana.com – Ilkay Gundogan mengungkapkan kepergiannya pada akhir musim lalu, ia tidak dapat mengucapkan selamat tinggal kepada mantan majikannya secara langsung.   

Gelandang Jerman ini meninggalkan Stadion Etihad setelah mengangkat Treble bersejarah. Dan menghabiskan tujuh tahun di Manchester City.

“Sayangnya, saya tidak mengucapkan selamat tinggal secara langsung karena saya baru mengambil keputusan setelah final Champions, dua hari sebelum pertandingan DFB melawan Kolombia,” kata Gundugan seperti dilansir Daylimail pada hari ini.

Baru setelah itu, dia memberanikan diri untuk menelpon Pep Guardiola. “Itu mungkin telepon tersulit yang pernah saya alami dalam hidup saya. Percakapan itu emosional, tapi Pep juga ikut bahagia untuk saya,” ucapnya.

“Dia juga mengatakan kepada saya: Jika saya memerlukan sesuatu, saya harus menghubunginya kapan saja. Sungguh luar biasa merasakan Pep sebagai pelatih. Ini akan banyak membantu saya selama beberapa tahun ke depan,” sambung Gundogan.

Namun meski Gundogan memuji manajernya, dia mengungkapkan bahwa mantan klubnya terlambat untuk membuka negosiasi dengan sungguh-sungguh. 

Kontrak pemain Jerman itu habis pada akhir musim, memberikan The Citizens peluang luas untuk membuka diskusi, namun ia mengklaim bahwa negosiasi akan berjalan lambat. 

“City menunggu waktu yang relatif lama hingga pembicaraan benar-benar intensif. Bila ini terjadi lebih awal, situasinya akan berbeda. Jadi pada akhirnya itu adalah akhir yang sempurna. Sebab klub ini merupakan impian masa kecil saya untuk bermain untuk FC Barcelona,” terangnya.(maq)

BACA JUGA:  Brentford Habisi Southampton 5-0