edisiana.com – Pasangan ganda putri dari Asia Miyu Kato dari Jepang dan Aldila Sutjiadi dari Indonesia didiskualifikasi dari kejuaraan tenis Prancis Terbuka. Penyebabnya karena Kato menyensmash dan mengenai gadis pemungut bola hingga membuatnya menangis.
Miyu Kato dari Jepang melepaskan tembakan silang ke arah pemungut bola mengenai bahunya. Dengan gadis muda yang tertekan, Kato awalnya diberi peringatan oleh wasit.
Namun, protes dari lawan Marie Bouzkova dan Sara Sorribes Tormo menyebabkan pertandingan dibatalkan dengan Kato dan rekannya dari Indonesia Aldila Sutjiadi didiskualifikasi.
Kato berusaha menghibur gadis pemungut bola itu dan meminta maaf sebelum pasangan Jepang-Indonesia itu memohon kepada ofisial bahwa itu bukan tindakan yang disengaja. Ball girl dipandu keluar lapangan oleh ofisial.
Saat wasit Alexandre Juge memberitahukan diskualifikasi tersebut, Miyu Kato langsung menangis.

Kasus serupa ini pernah juga dialami Novak Djokovic di turnamen AS Terbuka 2020. Saat melakukan smash bolanya mengenai leher hakim garis.
“Jika Anda memukul seseorang dan mereka terluka, maka Anda bertanggung jawab atas tindakan itu,” kata pejabat penyelenggara seperti dilansir Daylimail pada pada Minggu kemarin.
“Bahkan jika Anda tidak bersungguh-sungguh, tetap bertanggung jawab atas tindakan itu,” tambahnya.
Petenis Ceko Bouzkova dan petenis Spanyol Sorribes memenangi set pertama 7-6 (7/1) tetapi dipatahkan 3-1 oleh Kato dan Sutjiadi pada set kedua.
Ada cemoohan dari penonton saat unggulan ke-16 didiskualifikasi dengan tepuk tangan pasangan di luar lapangan. Mereka akan kehilangan semua hadiah uang yang diperoleh di Roland Garros dan semua poin peringkat yang diperoleh.
“Sulit. Gadis itu menangis selama 15 menit. Saya pikir peringatan itu pertama kali terjadi karena dia [wasit] tidak melihat dia menangis dan dia kesakitan seperti itu.Kami mengatakan kepadanya bahwa dia harus melihat lebih dalam karena gadis itu menangis dan bola langsung mengarah padanya, itu bukan bola yang lebih lambat. Kami memberi tahu mereka [Kato dan Sutjiadi] ini sangat disayangkan,” jelas Bouzkova kepada wasit.(maq)











